Serba – serbi MPASI Part 2: Alasan memilih MPASI Beku / Frozen Food

index

Heyhooo… Melanjutkan postingan sebelumnya, kali ini saya mau coba sharing tentang alasan kenapa saya memilih untuk memberikan Sekar MPASI Beku / Frozen Food, di antaranya:

  1. Malas masak fresh tiap pagi. Hahaha, cetek yaaa alasannya :p. Tapi beneran deh, kalau mau masak fresh tiap pagi, buat saya banyaaak banget yang dikorbanin. Bangun lebih pagi, hilangnya bobo abis subuh, mesti belanja lebih sering. Haduuuhhh saya mah nyerah! Salut lah buat semua ibu-ibu perkasa yang bisa. Dengan metode FF, saya cukup belanja/masak di weekend untuk kebuthan MPASI 1-2 minggu kedepan. Oleh karena itu saya mah pilih FF aja lah demi kewarasan hidup, hahahaha
  2. Keragaman menu. Dalam satu kali kesempatan menyetok Frozen Food, saya bisa membuat 3-4 jenis sayuran sekaligus. Kalau protein biasanya 2-3 macam. Dengan banyaknya stok jenis makanan, maka banyak pula variasi yang bisa saya berikan. Dalam satu hari untuk 3 kali makan, bisa menyajikan 3 jenis sayuran yang berbeda. Besoknya bahkan bisa ganti menu yang lain lagi. Kebayang dong kalo mesti masak 3 jenis sayuran fresh yang berbeda di pagi hari? Mau bangun jam berapaaa? (tetep, ujung-ujungnya ke waktu tidur, hahahaha)
  3. Menghindari ada makanan terbuang. Namanya juga bayi, yang dimakan tidak banyak. Kalau bikin fresh di pagi hari, terkadang suka kebanyakan kan ya. Sayang kalau sampai harus dibuang, tp dimakan bundanya juga males encer-encer gitu, hahaha. Nah, kalo frozen food kan distok dalam bentuk kubus-kubus es, yang mana ketika dihangatkan bisa ditakar seberapa banyak. Alhamdulillah meminimalisir dan menghindari ada makanan yang terbuang.
  4. Menghindari MPASI Instan. Pertimbangan utama tentu saja gizinya. Hasil baca sana-sini, walaupun MPASI Beku gizinya juga sudah berkurang dibandingkan yang fresh, tapi masih jauh lebih baik daripada yang instan. Tapi perlu digarisbawahi bahwa saya tidak menentang penggunaan MPASI instan ya, saya pun pernah beberapa kali memberikan MPASI Instan, khususnya ketika lagi GTM parah dan Sekar tidak mau makan makanan yang sudah disiapkan, tapi memang frekuensinya sedikit, masih bisa dihitung dengan jari tangan.
  5. Mempermudah Mamah saya yang membantu menjaga. Ketika saya kerja, Sekar di rumah dengan Mbak ART dan diawasi oleh Mamah. Tapi seringnya sih Sekar dipegang si Mamah untuk bagian penting kayak minum ASIP, mandi, dan juga makan, sedangkan mbak ART lebih ke bantu-bantu menyiapkan perintilan kegiatan tersebut. Nah, karena segitu aja rasanya sudah cukup merepotkan beliau, saya memutuskan untuk full pegang MPASI nya Sekar. Beliau tidak perlu repot juga mikirin menu bahkan masak, cukup bantu menyuapkan saja. Alhamdulillah beliau juga ga intervensi banyak, dan mendukung penyajian dalam bentuk MPASI beku seperti yang saya inginkan. MPASI beku yang saya siapkan tinggal dihangatkan oleh Mbak ART, dan beliau terima jadi untuk menyuapkan ke Sekar tanpa repot mempersiapkan apa-apa.

 

Itu sih pertimbangan utamanya kenapa pilih Frozen Food. Untuk SOP penyajiannya, di postingan terpisah ya…

 

See you 😉

Advertisements

Serba – serbi MPASI Part 1: Jenis-jenis MPASI

Serba – serbi MPASI Part 1: Jenis-jenis MPASI

Jadi ceritanyaaaaa, ada dua ibu baru temen satu geng kantor yang akan masuk tahap MPASI dan meminta pencerahan kepada saya sebagai yang udah melewati masa itu. Lalu saya jabarin deh panjang lebar. Trus kok rasanya boleh lah untuk didokumentasikan pengetahuan saya yang nggak seberapa ini, buat jaga-jaga nanti takutnya lupa kalo mau MPASI adeknya Sekar 3 tahun lagi. AMIIINNN. Hahahaha

Jadi dari hasil gugling sana sini, kurang lebih ini adalah gambaran besar tentang beberapa jenis atau tipe MPASI yang saya pahami, dan kemudian yang mana yang akhirnya saya pilih untuk Sekar beserta alasannya. Feel free buat kasih koreksi dan masukan yaaa 😉

Berdasarkan metode pemberiannya:

  1. Baby Led Weaning (BLW). BLW adalah metode pemberian makan yang dicetuskan oleh Gill Rapley dan Tracey Murkett. Intinya BLW membebaskan anak untuk makan sendiri dari awal proses secara mandiri
  2. Konvensional (spoon-fed). Konvensional adalah Ibu menyuapi anak dengan tetap melibatkan anak secara aktif untuk makan.”

Sumber: http://sakina.web.id/mpasi-metode-blw-atau-metode-konvensional/

Saya pribadi memilih metode yang kedua. Pertimbangannya adalah, yang akan memberi makan Sekar adalah Ibu saya. Untuk mempermudah beliau dan menghindari perdebatan, memberi makan dengan disuapi rasanya lebih bijak bagi saya.

Berdasarkan jenis makanan yang diberikan:

  1. Buah
  2. Sayur
  3. Serealia

Saya memilih memberi buah dulu di 1-2 minggu pertama, ditambah sayur 2-3 minggu berikutnya, dan serealia di minggu terakhir bulan pertama MPASI. Alasannya cetek sih, karena buah rasanya manis, siapa tau lebih gampang masuknya, hahahaha.

Oh ya, saya memilih tidak memberikan serealia dalam bentuk tepung, seperti Tepung Gasol yang banyak digunakan untuk mpasi. Karenaaaa…ribet mesti masak di kompor. Hahahaha, another alasan cetek dari saya. Saya lebih memilih masak bubur di alat ajaib bernama slowcooker, dan hasilnya disaring. Lebih praktis…tis…tis… Hahahaha

Berdasarkan kondisi bahan makanan yang disajikan:

  1. Tipe MPASI ini dimasak langsung sebelum disajikan untuk dimakan
  2. Frozen Food/Beku. Tipe MPASI ini detelah dimasak kemudian dibekukan dalam porsi-porsi kecil dalam freezer untuk penyimpanan. Dan melalui proses pemanasan dahulu sebelum disajikan untuk dimakan
  3. Tipe MPASI ini tidak dimasak, dan cara penyajiannya cukup diberikan air panas. MPASI Instan banyak dijual di pasaran dengan berbagai merek dagang.

Saya memilih untuk memberikan MPASI Beku/Frozen food untuk Sekar. Alasan kenapa saya memilih FF saya buat di postingan berikutnya ya… Mudah-mudahan saya gak males nulis, hehehe

 

See you 😉