Mau belanja isi rumah yang menyenangkan? Ayo ke IKEA!

Saya tuh senang sekali belanja di IKEA Indonesia. Walaupun sebenarnya saya baru satu kali loh ke sana, hiihihi. Tapi sekali aja udah berkesan banget, dan bikin nagih pengen ke sana lagi. Pengalaman pertama saya ke IKEA bisa di baca di sini ya.

Pulang dari sana, saya masih sering banget buka websitenya, screenshot barang-barang yang saya inginkan, sambil berdoa semoga ada waktu luang dan ada duit lebihan buat ke sana lagi. Untung waktu IKEA sale kemarin, ga sedih-sedih amat karena berhasil nitip beli LAMPLIG incaran sama kakak ipar yang ke sana. Yeaaayy!

IMG_20160820_135606

IKEA Bygel rail+container dan Lamplig di dapur #gelatikcantik

Emang apa sih yang bikin belanja di IKEA Indonesia itu menyenangkan?

Keragaman produk

Produk IKEA itu beragam banget! Dari perintilan kecil semacam klip penutup plastik BEVARA, sampai sofa 3,5 meter kayak NORSBORG pun ada! Keragamannya itu tuh yang bikin gelap mata. Tadinya ga niat beli, eh kok lucu. Tadinya ga butuh, eh, jadi kebeli, hehehehe. Karena lengkap banget, jadi kalau udah ke sana, ga perlu ke tempat perbelanjaan lain deh, semua pasti ada di IKEA.

Rentang harga

Selain keragaman produk, yang bikin jatuh cinta adalah range harganya. Dari mulai gelas Reko seharga 17.900/6 buah, sampai….err kalo harga mah sampainya bisa tak terhingga yah, hehehe. Tapi intinya, harga dari yang murah banget sampai yang berjuta-juta ada. Gak perlu khawatir, karena segala level ekonomi bisa menikmati belanja di sini.

Penataan Toko

Nah, kalau sudah baca postingan saya di sini, saya menceritakan bahwa lantai 1 dan 2 diperuntukkan untuk kebutuhan yang berbeda. Lantai 2 untuk display barang, lantai 1 gudang barangnya. Menurut saya penataan toko yang terpisah itu brilian banget deh. Karena bagi yang ingin melihat (bahkan mencoba) produk secara langsung, bisa berkeliling dengan bebas. Begitupun bagi mereka yang sudah tahu barang yang ingin dibeli, tidak perlu mengelilingi lantai display dan berujung membeli barang di luar catatan belanjaan, bisa langsung belanja dan membayar.

Display barang inspirasi menata ruang

Seperti yang disebut di poin ketiga, IKEA menyediakan lantai 2 khusus untuk display barang-barang yang di jual. Barang barang tersebut tidak sembarang ditaruh untuk dipajang loh, tapi didesain sedemikian rupa menjadi ruangan-ruangan dalam rumah yang cantik-cantik banget. Display ruangan tersebut bisa banget dijadikan inspirasi buat para konsumen yang sedang menata rumahnya. IKEA bahkan dengan sangat detil juga mencantumkan ukuran setiap display ruangan, untuk mempermudah para konsumen.

Pengepakan yang Efisien serta Perakitan yang Mudah

IKEA sangat memudahkan hidup konsumennya dengan hasil pengepakan yang efisien. Saya memang belum pernah beli furniture besar seperti meja makan walaupun cita-cita banget. Tapi pernah baca di thebabybirds.net, bahwa si empunya blog membeli kitchent set, dan ternyata cukup loh di bawa pakai mobil city car two seater! Itu bukti banget seberapa efisiennya hasil pengepakan barang-barang IKEA. Selain itu, setiap barang sudah disertakan manual perakitan yang tentunya user friendly dan mudah dilakukan.

Bagaimana, sudah cukup menggiurkan belum lima hal di atas? Buat yang ingin menata rumahnya, ga usah bingung lagi, Ayo ke IKEA!

#TUMIKEABlogCompetition

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Blog Competition yang diadakan oleh The Urban Mama bersama IKEA IndonesiaUntuk info lebih lanjut, silahkan klik di sini.

Serba – serbi MPASI Part 3: Pembuatan, Penyimpanan dan Penyajian MPASI Beku (Frozen Food)

Akhirnyaaah niat nyelesein dateng juga, hehehehe. Di bagian terakhir mau sharing tentang cara penyimpanan dan penyajian MPASI Beku, mudah-mudahan bermanfaat yaa.

index3

Tapi sebelum masuk ke detilnya, pertama-tama saya mau infokan dulu sumber terpercaya saya dalam proses pembuatan Frozen Food ini yaitu di sini. Pada website tersebut tertera jelas makanan apa yang baik/tidak baik dibekukan, dan kondisi terbaik untuk membekukannya.

Yang kedua, perlu diperhatikan bahwa tidak semua jenis makanan, saya simpan dalam kondisi beku. Jenis makanan yang saya buat Frozen Food hanya 3 macam yaitu: Protein/Lauk, Sayuran, dan Air Kaldu.

Kenapa hanya tiga itu? Karena dalam menyajikan ketiganya, melalui proses lebih dari satu tahapan, makanya dibekukan. Sedangkan untuk buah, pada dasarnya boleh dibekukan. Tapi karena saya biasanya memberikan buah yang mudah saji seperti pepaya-pisang-alpukat-jeruk-buah naga-semangka yang hanya satu kali proses kerok/peras/potong, saya memilih untuk disajikan langsung. Dan untuk serealia seperti bubur nasi putih/merah/coklat, saya memilih bergantung kepada alat ajaib bernama slowcooker yang membuat hidup lebih mudah dan waras, hahaha.

Okeh, kita langsung ke detil cara pembuatan-penyimpanan-penyajian ketiga jenis makanan tersebut ya…

 

SAYURAN

index2

Pembuatan

Untuk sayuran, tahapan pembuatannya adalah dengan mengukus/merebus. Berdasarkan beberapa referensi artikel yang saya baca, proses mengukus lebih sedikit menghilangkan vitamin/kandungan pada sayur, sehingga saya memilih untuk memproses sayuran dengan mengukus.

Setelah dikukus, proses selanjutnya adalah menghaluskan. Di awal MPASI, saya biasa menggunakan blender. Tapi ketika tekstur makanan saya naikkan menjadi lebih padat, biasanya saya cukup menggunakan parutan atau cacah dengan pisau untuk membuat makan menjadi halus.

Penyimpanan

Setelah sayuran halus, saya akan masukkan ke dalam cetakan es batu (ice cube tray). Jika ingin lebih mudah, sebaiknya membeli ice cube tray yang sudah ada tutupnya. Tapi kalau nggak ada pun ga masalah, saya biasa beli cling wrap untuk menutupnya, dan jika sudah tertutup rapat, tinggal dimasukkan ke freezer untuk membekukan

Jika sayurannya sudah beku, tinggal dikeluarkan dari ice cube tray, dan dimasukan kedalam ziplock makanan, dan diberikan judul makanan serta tanggal pembuatan.

Penyajian

Untuk penyajiannya, tinggal ambil beberapa ice cube dari freezer sejumlah kebutuhan, lalu yang biasa saya lakukan ada dua, menghangatkan di magicom/ricecooker, atau digabungkan dengan bubur panas yang sudah matang di slowcooker. Untuk cara kedua, biasanya bubur nasi untuk makan siang dan sore sudah saya pisahkan di tempat makan terpisah, dan sayuran/lauk beku untuk pagi itu saya aduk2 dalam bubur panas, akan langsung mencair dan siap dimakan.

 

PROTEIN/LAUK

index4

Pembuatan

Kalau sayur dimasak dulu baru dihaluskan, protein sebaliknya. Dihaluskan dulu, baru dimasak. Untuk daging ayam dan daging sapi, biasanya biar mudah saya beli sudah dalam kondisi digiling dari supermarket, jadi sudah halus. Namun untuk makanan laut (ikan, udang dll), hati, tempe, tahu, biasanya saya cacah dengan pisau hingga halus, baru dimasak.

Proses memasaknya pun lebih advance dari sayuran. Biasanya protein-protein tersebut saya olah menjadi nugget (ayam,tempe), bakso (ikan,udang), dan gravy (daging sapi, hati ayam) terlebih dahulu. Resep nugget dan bakso banyak ya di gugel, ga tentu kadang pake resep yang mana, hehehe. Sedangkan resep gravy andalan ada di sini.

Penyimpanan

Kalau nuggetnya sudah selesai dikukus, lalu dipotong sesuai selera, baru bisa dibekukan. Kalau bakso sudah selesai direbus, barulah dibekukan. Agak tricky membekukan nugget dan bakso, karena kalau proses pembekuannya saling menempel, ketika sudah beku akan sulit dilepaskan. Jadi sebaiknya dibekukan dalam keadaan berjarak, baru setelah beku bisa digabung jadi satu dalam ziplock.

Untuk gravy, cara membekukannya sama seperti sayuran. Karena dia teksturnya agak cair/kental, dimasukan dulu ke dalam ice cube tray, lalu didinginkan hingga beku dan disimpan dalam ziplock

 

Penyajian (sama dengan sayuran)

Untuk penyajiannya, tinggal ambil beberapa ice cube dari freezer sejumlah kebutuhan, lalu yang biasa saya lakukan ada dua, menghangatkan di magicom/ricecooker, atau digabungkan dengan bubur panas yang sudah matang di slowcooker. Untuk cara kedua, biasanya bubur nasi untuk makan siang dan sore sudah saya pisahkan di tempat makan terpisah, dan sayuran/lauk beku untuk pagi itu saya aduk2 dalam bubur panas, akan langsung mencair dan siap dimakan.

 

KALDU

Pembuatan

Ada banyak resep kaldu di internet. Tapi yang biasa saya buat dari air, ceker ayam, wortel, bawang putih geprek, dan daun bawang, direbus sampai mendidih.

 

Penyimpanan

Setelah kaldu jadi, dituang kedalam ice cube tray, dan dibekukan. Setelah beku, dimasukan ke dalam ziplock.

 

Penyajian

Kaldu yang saya buat, biasa saya gunakan untuk membuat bubur di slowcooker. Perlakuan kaldu beku sama dengan asip beku. Sebelum diproses, harus diturunkan dulu dari freezer ke chiller hingga cair, baru bisa digunakan untuk membuat bubur.

 

Demikian bagian ketiga mengenai serba-serbi MPASI selesai juga ditulis *tebar confetti* Sampai jumpa dipostingan lainnya 😉

Pesan kepada semua orang yang sedang berhadapan dengan Ibu Menyusui

Saya baru saja beranjak dari lantai musholla setelah selesai memerah, ketika pintu musholla terbuka dan Mbak berkerudung itu masuk. Mengingat jadwal perah kedua saya sengajakan menjelang azan magrib ketika musholla masih dalam kondisi sepi, saya memang hampir setiap hari berpapasan dengannya, dengan si Mbak berkerudung yang selalu on time untuk sholat berjamaah.

Pada hari biasa, biasanya kita hanya bertukar senyum, dia rasanya sudah hafal juga dengan jadwal perah saya yang kemudian dilanjutkan dengan sholat maghrib. Namun hari itu ternyata bukan hari biasa, karena ada dua patah kata yang meluncur dari mulutnya. Kala itu dia bertanya “Kok, sedikit?” Dua patah kata tanpa bernada pretensius, namun cukup berdampak besar bagi saya sebagai subjek yang ditanya.

Reaksi pertama saya, yang setengah jam sebelumnya berusaha keras banting tulang mengeluarkan tetes demi tetes, adalah marah. Tapi cukup marah dalam hati saja, tidak dikeluarkan secara lisan. Alhamdulillah lisan masih bisa terjaga dengan hanya membalas mbak tersebut “Iya nih, lagi sedikit” dan sedikit tambahan tawa yang canggung.

Karena ada emosi amarah dalam hati, saat itu saya putuskan keluar dari musholla dan tidak langsung beribadah maghrib. Amarah tersebut termanifestasi dalam percakapan pribadi di dalam hati seperti “Iya, emang dikit. Ga usah disebut sama orang lain juga gue sendiri tau itu dikit”.  Dan kalimat yang lebih kejam seperti “Lo tau apa sih, pake komentar-komentar segala hasil perahan gue, hamil aja belom udah sok-sok an komentar tentang asi”. Iya, agak kejam ya kalimat itu, apalagi karena si mbak bukannya ga mau hamil, tapi sudah bertahun-tahun menikah belum diberi rejeki anak oleh Allah SWT. Jadi saya bersyukur, kalimat-kalimat tersebut hanya muncul di dalam hati, tidak sampai saya ucapkan kepada si Mbak.

Setelah menenangkan diri, saya pun mencoba berpikiran positif seperti “Tadi nadanya bertanyanya tulus kok, rasanya emang beneran concern kali ya bukan nyinyir. Mungkin dia biasa liat botolnya penuh, trus sekarang cuman sepertiganya, makanya nanya”. Alhamdulillah sih dengan berusaha positif, jadi ga terlarut emosi lebih lama, yaaaaa walaupun sempet posting juga sih di IG, hahaha.

Nah, pembukaan yang panjang lebar di atas intinya apa sih? Intinya sebenernya pengen ngasih tau, perjuangan menyusui itu tidak mudah, dan berbeda untuk setiap Ibu. Sehingga ada baiknya, sebelum kita bertutur kata maupun bersikap yang berhubungan sama Ibu Menyusui, yuk dipikirkan dulu apa yang sebaiknya dilakukan dan yang tidak. Kayak pengalaman saya di atas. Mungkin si Mbak ngerasa nanya hal yang biasa saja, tapi buat saya yang lagi masa kemarau banget ASIP nya pada saat itu dan sudah berusaha keras banting tulang untuk merah, ditanya begitu bawaannya pasti emosi berat laah.

Nah, terinspirasi kejadian tersebut, dalam rangka merayakan Pekan Asi Dunia, saya mau berbagi beberapa pesan bagi siapapun yang sedang bersinggungan dan berhadapan dengan para Ibu Menyusui. Mudah-mudahan bermanfaat dan membantu ya. Berikut pesan-pesannya:

Kepada perempuan yang belom menikah/hamil/punya anak: Tolong, jangan melontarkan kalimat yang bernada penilaian negatif!

Hindari sekali kalimat-kalimat judgemental seperti “Kok asinya dikit banget?”, “Kurang banyak makan sayur kali”, “Kok bayinya dikasih sufor?”. Karena kalian belum pernah mengalami, dan belum tentu tau juga seberapa besar usaha para Busui, maka jauh lebih baik untuk diam sama sekali, ATAU, melontarkan kalimat-kalimat membangun seperti “Wah, hebat yah Mba bisa merah di kantor. Semangat ya Mbak”, “Katanya sayur-sayuran hijau dan kacang-kacangan bagus untuk Ibu Menyusui, Mbak. Semangat ya makan sayurnya”. Tapi percaya deh, berhubung kalian belum mengalami proses itu, diam itu jauuuuhh lebih baik.

Kepada para nenek-eyang yang anaknya sedang berusaha memberikan yang terbaik bagi cucu Anda: Tolong, dukung mereka agar berhasil Asi Exclusive!

Nek/Eyang, bayi itu bisa loh hidup tanpa meminum cairan selama 72 jam pertama kehidupannya. Jadi tolong, jangan buru-buru menasehati anaknya memberikan sufor untuk cucu tersayang ya. Begitupun jika anaknya punya tantangan ASI di kemudian hari, tolong dukung mereka dengan tidak menyarankan Susu Formula sama sekali! Insya Allah anak Nenek/Eyang sekalian adalah Ibu tangguh yang PASTI bisa memberikan asi exclusive bagi cucu Anda tersayang

Kepada para suami yang istrinya sedang berjuang memberikan ASI: Tolong, dukung mereka agar berhasil Asi Exclusive!

ASI Istri Anda PASTI cukup. YAKINI itu, DAN tularkan keyakinan itu pada istri tercinta. Pastikan kehadiran kalian wahai Suami, di samping istri yang sedang sangat membutuhkan dukungan. Curahkan istri Anda dengan perhatian dan kasih sayang, fasilitasi dengan segala kebutuhan fisiolofis maupun psikologis, agar sang Ibu bisa memberikan asupan terbaik bagi anak kalian, dalam kondisi bahagia. Bahagia adalah salah satu kunci utama lancarnya produksi ASI.

Kepada sesama ibu yang sedang menyusui: Tolong, jangan membanding-bandingkan!

Setiap ibu, tantangannya berbeda. Ada yang mudah menyusui, ada juga yang menghadapi perjuangan lebih berat. Tidak ada yang perlu dibandingkan, tidak ada yang perlu dibanggakan. Cukup tularkan semangat menyusui yang Anda punya, agar busui lainnya bisa menjalani dengan mudah seperti Anda.

Kepada Ibu yang sudah berhasil lulus menyusui anaknya secara exclusive: Tolong, jangan merendahkan busui yang perjalanan breastfeeding nya lebih sulit daripada Anda!

Tidak perlu mengecilkan usaha mereka yang sedang berjuang, tidak perlu pula membanggakan keberhasilan Anda. Akan jauh lebih baik memberi tips-tips Do’s & Don’ts yang bisa mempermudah perjuangan mereka. Dan (seperti pengalaman pribadi saya), kalau kita sudah berbagi ilmu semaksimal mungkin tapi Sang Ibu tetep menyerah pada SuFor, lebih baik relakan saja. Bagian kita membantu memberi pengetahuan sudah dilakukan, biarkan saja jika mereka ternyata punya pilihan hidup yang berbeda untuk anaknya.

Kepada semua ibu yang sedang berjuang menyusui: Tolong, jangan patah semangat! Menyusui itu tidak mudah, tapi PASTI BISA dilakukan dengan kerja keras.

Maaf jika kalimat ini terlalu keras, tapi tetap akan saya sampaikan: Menjadi orang tua adalah bukan untuk para pemalas, kalau tidak mau kerja keras lebih baik jangan jadi orang tua! Hamil, melahirkan, menyusui, mendidik, merawat, bukan pekerjaan mudah. Tidak mudah, tapi bisa dilakukan. Ada nasib satu nyawa manusia diamanahkan kepada kita, dan kita harus berusaha memberikan yang terbaik. Jika memberikan yang terbaik berarti harus bangun tengan malam untuk memerah, lakukanlah! Jika memberikan yang terbaik berarti harus memompa setiap tiga jam sekali, lakukanlah! Semangat ya ibu-ibu semua, pada akhirnya semua usaha kita akan terbayar ketika tahu buah hati kita menerima haknya untuk mendapatkan yang terbaik. Insya Allah, Allah SWT yang akan membalas perjuangan  dan usaha Ibu-ibu semua.

Fiuhhhh, panjang aja yak postingannya, nyerempet curhat sih ya soalnya, hahaha. Mudah-mudahan pesan-pesan ini ada manfaatnya ya.

Sampai ketemu di tulisan berikutnya 😉

 

Postingan ini ditulis untuk memeriahkan Pekan ASI Dunia, dan diikutsertakan dalam Give away blog Duniabiza.com

20