Perjalanan Menyapih Sekar: Part 2

24 Oktober 2016

Alhamdulillah akhirnya Sekar ulang tahun juga yang ke-2. Bedaaaa banget sama tahun lalu di mana saya heboh dan sibuk luar biasa bikin kue, dessert table, dekorasi dll bahkan sampai jam 2 pagi, ultah kali ini saya nggak ngapa-ngapain, hehehe. Udah cape sama Raker Korporat dua minggu terakhir, nggak punya tenaga buat bikin macem-macem. Hanya saja karena sounding-an sapihnya bawa-bawa tiup lilin, akhirnya pesen aja bikin kue bolu lapis keju, trus dihias sama gambar-gambar Princess Sofia. Alhamdulillah anaknya seneng, tiup lilin pun lancar. Dari pagi, Sekar beberapa kali ngomong sendiri “udah tiup lilin ya?”. Yang tentunya kami tanggapi dengan “Iya, udah tiup lilin. Berarti udah gede ya, udah nggak nenen lagi”.

Hingga tibalah malam itu datang, hahahaha. Sekar kami biasakan bobo jam 8-9 setiap harinya, dan bangun jam 6-7 pagi. Menjelang jam 9, Sekar sudah melakukan semua ritual seperti minum susu, main tenda (dari bedcover), dan membaca buku. Setelah selesai ritual dan terlihat  ngantuk berat, tiba-tiba dia bertanya “Nenen?”. Yang langsung saya jawab “Nggak nenen, kan udah tiup lilin, udah gede”. Sekar tidak bereaksi apa-apa atas jawaban saya, tapi selama sejam kedepan, hanya bisa gulang-guling kiri kanan mencari posisi bobo yang nyaman tanpa nenen dengan gelisah. Hingga akhirnya jam 10 malam tangisnya pun pecah.

Sepertinya Sekar sudah sangat mengantuk, tapi tidak bisa bobo karena dia tau sudah tidak boleh nenen, dan akhirnya menangis. Selama menangis setengah jam, tidak sekalipun ia merengek minta nenen. Sepertinya sounding selama 6 bulan terakhir berhasil, dia tau kalau sudah besar, dan sudah tidak boleh nenen lagi. Karena tidak ada rengekan nenen, saya lebih kuat menghadapinya, dan alhamdulillah tidak ada keinginan mengalah untuk memberikan nenen. Selama setengahjam kedepan Sekar hanya saya peluk dan usap-usap, bergantian dengan suami kalau saya sudah lelah. Alhamdulillah setelah setengah jam menangis, akhirnya tertidur karena kelelahan.

Malamnya, Sekar terbangun 2 kali. Alhamdulillah ditangani suami dengan baik, dikasih minum, langsung bisa bobo lagi. Baru deh pas jam nenen subuh, jam 5 dia terbangun, dan menangis lagi seperti malamnya. Walaupun tidak diucapkan, suara tangisannya menunjukkan ia ingin nenen, tapi tau tidak boleh. Saya peluk lagi dan diusap-usap, alhamdulillah 5menitan sudah tidur. Namun pukul 6 kembali terbangun dan menangis kembali. Sama seperti pada pukul 5, saya peluk dan usap sampai tertidur lelap 5-10 menit kemudian, dan baru bangun lewat dari jam 7 pagi.

Alhamdulillah hari pertama menyapih cukup diberikan kemudahan. Mudah-mudahan tangisan hanya berlangsung 2-3 hari saja yah, selebihnya tidak pakai menangis lagi, aminn…

25 Oktober 2016

Menyapih hari keduaaaaa, dan aku bahagia! It went so smooth! Seperti biasa ritual malam, main tenda dilanjutin baca buku dan minum susu. Tambahannya malam itu saya kasih cemilan: nutella. Dengan harapan jadi kenyang dan ngantuk, hahahaha. Setelah semua ritual berjalan, jam menunjukkan pukul 9, dan saya ngantuk. Kebetulan suami pulang malam karena ada kursus, jadi saya single fighter malam itu. Saya bilang ke Sekar, “Dek, Bunda ngantuk. Bunda tidur ya”. Surprisingly dia menerima, dan milih baca buku sendirian. Dan beberapa menit kemudian akhirnya bilang ngantuk mau bobo, dan mulai gelisah cari posisi yang nyaman. Nggak lupa minta garukin sana-sini (emang agak aneh kalo mau bobo suka minta garukin ketek, pinggang, dll), eh ngak sampe 5 menit bobo sendiri. *tebar confetti*

Setengah jam kemudian, sempat kebangun gelisah tapi nggak sampai menangis. Muter-muter cari posisi nyaman sebentar, ditepok-tepok bobo lagi. Setelah itu, hanya terbangun SATU kali, dan bablassss sampai jam setengah tujuh pagi. Terbangun satu kali pake nangis sih, tapi dipeluk dan tepok-tepok bentar, 5 menit kemudian tidur lagi. Overall, hari kedua ini sukses berat! Happy 😀

26 Oktober 2016

Another smooth day! Agak-agak drama sih sedikiiittt aja, biasa gara-gara udah ngantuk tapi belum bisa tidur. Ada yang keukeuh ,inta diolesin balpirik di kaki (yup, anak bayiku demen balsem), padahal udah diolesin, trus nangis deh. Tapi bentar banget sih, cuman semenit lah, karena dialihin sama suami, lupa sama nangisnya. Trus digaruk-garukin, nggak lama bobo. Alhamdulillah nggak minta nenen.

27 Oktober 2016

Hari ini agak lama tidurnya. Udah main tenda, dikasih cemilan, susu, gosok gigi, baca buku, masih ON aja. Akhirnya saya suruh main sendiri aja, hehehehe. Lama-lama gelisah deh, kan ngantuk tapi nggak bisa bobo. Sempet nanya sekali “Nenen?” trus dijawab nggak boleh nenen sama saya, tambah gelisah. Ujung-ujungnya nangis, hehehe. Tapi alhamdulillah sebentar sih, ga sampai 5 menit. Abis nangis digaruk-garukin aja kayak biasa, alhamdulillah bobo.

…………………………………….

Daaann…niat bikin diari tiap hari berhenti di hari ke-lima, hahahaha. Tapi secara keseluruhan, alhamdulillah sapihnya berjalan lancar. Setelah lebih dari dua minggu disapih, drama nangis lama alhamdulillah di malam pertama aja. Nanyain “nenen?” pun cuman sekali sehari di minggu pertama, selebihnya ngga nanya lagi. Sekarang kalau tidur cukup diolesin balpirik (iya, anak saya doyan balpirik), digaruk-garukin, trus lama-lama merem sendiri.

Sehingga dengan demikian, saya sekarang sudah bisa dengan bangga mendeklarasikan bahwa: I am breastfeeding free! #tebarconfetti

Terkait menyapih ini, masih ada sih yang pengen saya tulis, mudah-mudahan ada niat ya buat nulis, hahahaha. Till my next post. Cheers!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s