Perjalanan TB Tulang : Awal Mula

Awal tahun 2018, saya sempat mengalami penyakit HNP (saraf kejepit) di L5 tulang belakang, yang menyebabkan saya harus dipapah saat berjalan. Alhamdulillah dengan izin Allah SWT, setelah terapi kurang lebih sebulan, saya bisa beraktifitas normal, walaupun masih suka merasakan rasa sakit di pinggang.

Kira-kira bulan Juni 2018, setelah lebaran, ibu saya mengeluhkan sakit pinggang ketika bangun tidur. Saya pada saat itu berasumsi beliau mengalami permasalahan yang sama. Beberapa kali saya anjurkan untuk berobat ke dokter rehab medik saya, namun beliau menolak. Hingga akhirnya beliau merasa sangat kesakitan di bulan September, sekitar tiga bulan kemudian. Dan akhirnya memberanikan diri datang ke puskesmas untuk berobat.

Di puskesmas, dokter merujuk untuk ke dokter spesialis orthopedi. Agak berbeda ketika saya sebelumnya awalnya ke dokter syaraf lalu ke rehab medik. Namun akhirnya kami ikuti saja, mencoba mendaftar ke spesialis orthopedi di RS IMC Bintaro. Namun dikarenakan ibu saya sudah terlampau kesakitan, dan dapat jadwal dokter IMC masih 1-2 minggu kemudian, akhirnya kami putuskan membawa ibu saya ke RS Premier Bintaro. Saat itu hanya berdasarkan kondisi ibu yang sudah kesakitan, kami mendaftar langsung ke dokter siapapun yang praktek di malam itu.

Kami berobat di RS Premier Bintaro dengan dokter Phedy, spesialis Orthopedi. Belakangan kami baru tau bahwa memang beliau spesialis spine (tulang belakang). Karena ternyata orthopedi ada bermacam-macam, tangan, kaki, dll. Alhamdulillah dimudahkan oleh Allah SWT langsung bertemu beliau.

Kepada dr. Phedy saya jelaskan kondisi ibu saya. Awalnya beliau menyarankan untuk cek BMD (Bone Mineral Density), karena ada dugaan osteoporosis. Namun setelah saya sampaikan kepada dokter, bahwa almarhumah nenek saya di akhir hayatnya sempat terbaring bertahun-tahun karena ada permasalahan dengan tulangnya, beliau menyarankan untuk dirontgen juga selain dicek BMD.

Malam itu juga ibu saya menjalani cek BMD dan rontgen tulang belakang. Proses di Premier cukup cepat, hasil langsung terkomputerisasi, sehingga bisa langsung dianalisa oleh dr Phedy. Dari hasil rontgen tampak bahwa ada 1 atau 2 tulang ibu saya yang sudah rusak, tidak lagi sempurna kotak bentuknya. Dan tampak ada sesuatu yang menyelimuti di daerah tulang tersebut. Kalau saya tidak salah ingat pada saat itu menurut dokter, kemungkinannya ada tiga : nanah karena infeksi TB, tumor jinak, atau tumor ganas. Namun apapun itu, harus diperdalam pemeriksaan dengan MRI, karena rontgen hanya bisa membaca tulang, bukan jaringan. Akhirnya ibu saya pun dirujuk untuk melakukan MRI. Untuk kelanjutan hasil MRI nya ada dipostingan berikutnya ya… 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s