Tips: 15 hal WAJIB dipersiapkan oleh Ibu Hamil

 WARNING: This is a very long post.

Seberapa siapkah Anda para ibu hamil?

Beugh berat yak pertanyaannya? Hahaha. Bukan bermaksud nakutin, tapiiiii ketika menjadi Ibu Hamil, seorang perempuan itu harus menjadi satu level (atau lebih) lebih pintar. Karena ga tanggung-tanggung, ada satu nyawa yang kehidupannya bergantung sama kita. Jadi, wajib banget deh yang namanya membekali diri dengan segala informasi, biar siap menghadapi proses hamil, melahirkan, hingga menjadi seorang ibu.

Terus kenapa juga sih mesti banget ngepost hal ini? Karena saya gemeeessss sama bumil yang unprepared! Aduh gemesnya tuh gemes banget yang rasanya pengen tereak: HELLOOO?? Kemane aje bu, sampe ini-itu nggak tau?? APAHH, ga tau pre-eklampsia itu apa? Ga tau Epidural itu apa??? Ga tau induksi itu apa??? (true story!) Please atulaaaah internet bisa loh dipake buat ngebuka Mbah Gugel. Makanya jangan cuman Facebookan doang!

Maap yah kalo kelewat emosi, tapi buat saya pribadi, nanya ke orang yang sudah berpengalaman melahirkan itu hukumnya sunnah. Sunnah kareha hanya melengkapi info yang sudah kita dapat sebelumnya. Artinya, si bumil sendiri harus udah tau dong yaaaa ini-itu perintilan kehamilan. Tau dari mana? Ya paling gampang cari tau di internet lah atau beli buku kalau mau agak modal. Dikarenakan pengalaman saya menemui beberapa ibu hami unprepared seperti di atas yang kadang bikin esmosi dan pusing pala berbi, haruslah kayaknya nulis post ini.

Okeh, mungkin saya sok tau, siapalah saya ini yang baru juga ngelahirin sekali, trus sok-sok-an mau ngasih tips ini itu. Tapi, buat saya, persiapan itu penting! Hamil itu proses yang panjang, melahirkan itu bukan hal sepele, dan menjadi ibu/orang tua adalah pekerjaan seumur hidup! Jadi bagi saya yang pada dasarnya emang suka bikin perencanaan ini-itu dengan rinci, persiapan penuh menghadapi fase hamil-melahirkan-menjadi ibu itu wajib hukumnya. Dan untuk membantu ibu-ibu hamil di luar sana yang mungkin clueless, saya coba berikan kisi-kisinya yah, tentang beberapa hal yang harus kudu wajib Anda siapkan dan cari tahu. Tapi perlu digarisbawahi ya, bahwa yang saya berikan dibawah cuman KISI-KISI nya. Untuk mengeksplor lebih dalam setiap poin dari kisi-kisi tersebut, silahkan hubungi Mbah Gugel, okeh? Let’s go!

  1. Dokter Kandungan

Ini nomer satu lah ya, ketika melihat garis dua muncul di testpack anda, segera cari info sebanyak-banyaknya tentang dokter kandungan sesuai dengan kriteria bumil. Review dokter kandungan saya bisa dilihat disini

  1. Rumah Sakit Bersalin

Topik ini bisa jadi, tapi bisa juga nggak, satu paket sama poin nomer 1. Carilah info sebanyak-banyaknya tentang RS atau klinik sesuai kriteria, dan tentunya kriteria utama adalah: BIAYA. Udah banyak banget blog ibu-ibu rajin yang nulis tentang daftar harga di berbagai Rumah Sakit. Kalau ga nemu di internet angka biaya pastinya, saya jamin di internet minimal PASTI ada nomer telepon RS nya. Silahkan lah dipencet nomernya, tanya sama pegawai rumah sakit. As simple as that.

  1. Perkembangan janin

Ini wajiiiib banget diketahui. Jaman modern kayak sekarang, banyak banget aplikasi handphone yang bisa membantu untuk hal ini. Tinggal masukin tanggal due date, biasanya langsung keluar usia janin, plus gambaran perkembangannya di usia tersebut. Jangan lupa untuk selalu mencocokkan dengan hasil USG di kontrol bulanan ya. Penting banget buat bumil buat tau apakah janin berkembang baik sesuai dengan usianya. Karena kalo ada yang tidak sesuai, harus segera dikonsultasikan ke petugas medis.

  1. Keluhan kehamilan

Kenapa ini penting?? Biar nggak jadi bumil panikan! Keram dikit panik. Perut kenceng dikit panik. Ya namanya juga hamil, tubuh ada di luar kondisi normal. PASTI akan ada keluhan. Tapi itu semua wajaaaaaaaaaar, selama sesuai dengan usia kehamilannya. Ketuban rembes ya normal buat usia 39week, tapi jadi bahaya buat 29 week. Disitu pentingnya TAU keluhan kehamilan yang akan muncul sepanjang kehamilan. Sama kayak poin nomer 3, untuk mengetahui poin nomer 4 ini sekarang banyak banget aplikasi yang tersedia untuk memudahkan hidup para bumil. Tinggal search aja di play store. Malah ada aplikasi yang memfasilitasi poin nomer 3 dan 4 sekaligus. Sangat, sangat mudah.

  1. Penyakit kehamilan

Ini pentiiiiiiiing banget. Ada berbagai nama penyakit terkait kehamilan yang MUNGKIN terjadi. Dan sebagai bumil, kita harus waspada. HARUS SIAP. Siap secara pengetahuan, dan siap secara batin. Tentunya siapin diri dulu dengan pengetahuan bahwa ada loh namanya penyakit preeklampsia, yang bisa jadi muncul tiba-tiba di trimester akhir. Ada loh yang namanya plasenta previa yang bisa membahayakan kehamilan. Ada loh bumil yang darahnya kentel sampai harus menjalani treatment disuntik setiap hari. Setelah kita dibekali semua pengetahuan, tentunya harus dibekali dengan kesiapan mental menghadapinya. Kalau bumil sudah lebih siap, insya Allah akan lebih tenang menghadapi ketika penyakit kehamilan itu terjadi, dan menindaklajutinya mengikuti saran-saran tenaga medis terpercaya.

  1. Keguguran

Nah, ini yang agak-agak sensitif, tapi para bumil harus siap. Apalagi di awal-awal kehamilan, yang mana kasus ini banyak terjadi. Sama kayak poin nomor 5, perbanyak informasi mengenai penyebab keguguran terjadi, hingga kita bisa berusaha mencegah. Namun kalaupun sampai terjadi, karena kita lebih tahu dan paham, kita akan lebih siap.

  1. Baby stuff

Ini bagian paling rempong sekaligus menyenangkan. Rempong karena perintilan bayi banyak beneeeeer, tp menyenangkan karena bisa shopping! Hahahaha. Banyaaaaak banget tersebar di dunia maya list barang belanjaan bayi, punya saya sendiri bisa dilihat disini. Pokoknya ga usah pusing, google to the rescue!

  1. Breastfeeding + pumping stuff buat bumil yang wanita karir

Khusus buat ibu bekerja, walaupun kerja Asi Exclusive wajib dongs diusahakan. Jangan lupa bahwa ada banyak perintilan tambahan yang diperlukan urusan per-pumpingan. Pompa asi perah ada bermacam-macam merek dan tipe. Mau yang manual/elektrik? Satu/dua corong? Murah/mahal? Berbagai reviewnya bertebaran di internet, jadi silahkan dicari. Jangan lupa juga buat ibu perah, banyak aturan terkait pembekuan dan penyajian ASIP ya, silahkan cek di gugel, okay?

  1. Barang yang dibawa ke RS untuk proses lahiran

Banyak bumil yang suka bingung barang apa aja yang esensial buat dibawa ke rumah sakit. Bingung? Buka gugel dong aaaah. Banyaaaak tipsnya dari berbagai ibu kece dalam dan luar negeri. Jangan bingung lagi ya.

  1. Proses kelahiran normal

Hampir semua, hampir loh ya, bumil menginginkan proses kelahiran normal yang alami. Nah, sebelum mengalami secara langsung, WAJIB hukumnya mencari tau, kemungkinan-kemungkinan proses yang akan terjadi. Kenapa saya sebut kemungkinan-kemungkinan? Karena proses kelahiran tiap orang beda-beda. Bahkan yang sesama normal sekalipun. Ada yang langsung brojol begitu aja, ada yang pembukaan 1 aja bisa dua minggu ga nambah-nambah (iya, itu saya). Ada yang pecah ketuban duluan, ada yang bayinya lahir masih dibungkus air ketuban bulat-bulat. Ada yang induksi tablet udah berhasil, ada yang harus induksi 3-4 macem dulu selama berhari-hari, hingga akhirnya bayinya lahir. Hampir ga ada pengalaman melahirkan yang sama, walaupun bisa ditarik benang merahnya. Tips saya untuk poin ini, google lah keyword: cerita melahirkan normal. Baca-baca cerita perjuangan melahirkan para ibu yang banyak tersebar di internet. Perbanyak pengetahuan dan wawasan mengenai apa yang dihadapi, maka bumil akan siap.

  1. Proses kelahiran caesar

Sebelas duabelas sama poin sebelumnya, hanya ini kasusnya caesar. Setiap kelahiran caesar pun ga ada yang sama. Bumil yang cita-cita lahiran normal pun bisa berakhir di meja operasi. Jadi, perbanyaklah mencari tahu. Walaupun tidak berniat melahirkan caesar pun, tetep harus banyak belajar. Karena proses caesar pun seringkali terjadi secara spontan atau tidak direncanakan. Jadi, harus tetap siap dengan perbekalan pengetahuan menghadapi proses persalinan caesar.

  1. Kematian ibu dan bayi akibat persalinan

Sama kayak poin nomer 7, ini juga poin yang sensitif dan bikin merinding. Tapiiiii, saya pribadi, sejak awal tau hamil sudah mempersiapkan hati semaksimal mungkin bahwa kehamilan dan persalinan itu perjuangan hidup dan mati. Dan sebaiknya semua bumil pun begitu. Karena ya memang pada kenyataannya ada bayi yang meninggal, dan ada ibu yang meninggal pada, dan setelah proses persalinan terjadi. Hal itu tidak bisa dipungkiri. Persiapkanlah diri dengan memperbanyak pengetahuan, maka outputnya bisa dua: kita bisa mencegah atau bisa menerima dengan ikhlas kalaupun benar hal tak diinginkan itu terjadi.

Cukup banyak loh bumil yang ga tau bahwa tekanan darah tinggi di akhir kehamilan bisa berbahaya dan berakhir di kematian bayi. Kalau kita tau preeklampsia berbahaya dan tau gejalanya, kita bisa meningkatkan kemungkinan bayi lahir dengan selamat. Namun, kalaupun takdir Allah SWT berkata lain, kita pun sudah siap karena kita tahu hal tersebut memang dimungkinkan terjadi. Intinya perbanyak informasi mengenai poin nomer 12 ini, mengusahakan berbagai cara untuk meminimalisir terjadinya poin nomer 12 ini, dan serahkan kepada Allah SWT takdir yang sudah digariskan, sehingga kita bisa lebih tenang menjalani proses persalinan.

  1. Inisiasi Menyusui Dini

Masih ada bumil yang gak tau tentang IMD??? Plis atulah buka gugel.

  1. ASI Exclusive

Beberapa tahun belakangan bermunculan penggiat asix, dan perlu diapresiasi. Inget ya bumil semuanya, usahakan ASIX terlebih dahulu sekuat tenaga, jangan langsung menyerah pada sufor. Banyaaaaaak info positif yang tersebar di internet yang bisa membantu ibu-ibu sekali agar berhasil asix. Salah satunya: bayi baru lahir, bisa tahan 72 jam tanpa asupan. Jadi, jangan langsung khawatir kalau asi belum langsung keluar di hari pertama yaaaa

  1. MPASI stuff

Menjelang lulus asix nanti, jangan lupa memperbanyak pengetahuan tentang MPASI ya. Banyaaaak banget pilihannya, mulai dari blw/konvensional, pilihan makanan buah-sayur-atau serealia dulu, makanan apa aja yang boleh diberikan sesuai usia, dan belum lagi peralatan perang mpasi yang lucu-lucu dan minta dibeli semua. Bisa nyari di mana semua hal itu? Google lah tentunya!

Banyak yah pengetahuan yang harus dicari? Banyak yah yang harus dipelajari? Tentunya! Tapi semua itu sebanding dengan melihat muka suci tak berdosa yang sehat walafiat, tidur dengan lelapnya 🙂

Maka dari itu para bumil, jangan lupa buka Google yaaaaa! 😉

Advertisements

Review RSIA DHIA Ciputat Part 1: Dr Nina Afiani, SpOG, M.Kes

Whoaaaaaaa! Ternyata gak gampang yaaa konsisten nulis blog. Banyak banget sih yang pengen ditulis, tapiiiii niat doang. Hahahaha. Termasuk topik ini, dari dulu pengeeeeen banget nulis, karena kayaknya di internet sama sekali belom ada ulasan tentang RSIA DHIA yang pernah gw temuin. Tapi ya gitu deh, karena males, semua berujung di niat aja, nulis benernya mah males :p

Nah, kebetulan semalem baru aja abis dari rumah sakit karena jadwal imunisasinya Sekar. Jadi keinginan nulis review muncul lagi. Alhamdulillah yah, langsung direalisasikan, hehehehe. Saya udah bolak balik ke RSIA DHIA ini sejak periksa kandungan-proses lahiran-imunisasi, jadi reviewnya dibagi ke beberapa bagian ya. Di bagian pertama ini mau coba review tentang dua SpOG di RSIA DHIA, yaitu dokter kandungan saya selama di sana, Dr. Nina Afiani, SpOG, M.Kes, plus review sedikit tentang Dr. Mufti Yunus pada satu kali kesempatan kontrol dengan beliau di RSIA DHIA.

Saya suka banget lah sama dokter Nina ini. Awal tau hamil setelah testpack, langsung dong browsing obgyn, nah kriteria saya dulu nyari dokter ga muluk-muluk, cuman 3: perempuan, jadwal prakteknya malem weekday (biar bisa kontrol tanpa ganggu jadwal ngantor dan juga gak mengganggu jadwal santay di weekend), dan praktek di rumah sakit sekitar Bintaro biar ga jauh dari rumah. Saya mah ga mesti kontrol sama dokter A-B-C yang terkenal, soalnya males ngantrinya. Hahahaha.

Sayangnya, kriteria dikit aja cuman menghasilkan dua nama dokter, yaitu dokter Nina Afiani praktek di RS DHIA jumat malam, dan dokter Riyana Kadarsari praktek di Klinik Permata Bintaro, rabu malam. Awalnya nyoba ke dokter Riyana dulu, karena review positif di internet mengenai beliau cukup banyak. Namun ketika akhirnya bertemu, karena hasil tensi saya kurang bagus saat itu (padahal biasanya saya tensinya bagus), belum apa-apa beliau udah banyaaaaaaak banget ceramahnya. Yang harus diet lah, yang harus konsultasi ke dokter gizi lah, yang nanti bahaya ini-itu ke bayi lah kalo tensi tinggi, dan saya ngerasa overwhelmed banget baru pertama kontrol udah punya pe-er segitu banyaknya (yang sebenernya sih pasti ada benarnya). Pulang dari situ kapok, ga mau dateng lagi, bahkan obatnyapun ga saya tebus.

Kemudian coba dateng ke kandidat kedua, dokter Nina. Dari awal udah seneng banget ada dokter perempuan yang jadwalnya cocok di RS DHIA, karena jujur aja sejak belom nikah pun entah kenapa udah cita-cita pengen lahiran di sini, alasannya utamanya karena lokasinya yang cukup dekat, di tengah-tengah rumah mama saya di Bintaro, dan rumah mertua di Ciputat.

Kesan pertama ketika bertemu, dokternya ngomongnya halus bangettt, kayak tipe yg ga bisa marah gitu, hehehehe. Dokternya islami sekali, berkerudung, santun, dan setiap bertemu atau mulai periksa selalu mengucapkan salam kepada kami. Adem bangetlah kesannya si dokter ini.

Ketika pertama kontrol, dicoba USG luar, kantung rahim belum terlihat mungkin karena usia kehamilan masih sangat kecil. Kemudian dr Nina menyarankan USG transvaginal, namun karena satu dan lain hal, alat USG transvaginalnya tidak tersedia di RS hari itu, kemudian akhirnya dokter Nina menyuruh saya pulang dan kembali ketika alat tersedia. Poin plusnya adalaaaaah: saya ga perlu bayar! Mungkin dia merasa belom kontrol kali ya, karena belom ada gambar apa2 di layar yang bisa dikomentari. Walaupun sebenernya udah ada tindakan USG luar. Tapi beliau tetep bilang ke suster untuk ga men-charge sesi kontrolnya. Saat itu juga ngerasa beliau baik sekali, dan mutusin buat ga cari-cari dokter lagi.

Kunjungan-kunjungan berikutnya pun selalu menyenangkan, sangat komunikatif, mau menjawab dan menjelaskan panjang lebar berbagai pertanyaan aneh dari bumil satu ini, ga banyak pantangan (pantangannya cuman ga boleh makan makanan mentah dan bakar/tidak matang sempurna), dan sangat mudah dihubungi. Beliau memberikan nomer whatsapp yang bila saya ajak chat, akan selalu dibalas di hari yang sama. Satu penyesalan saya mungkin hanya karena akhirnya beliau tidak ada di detik saya melahirkan karena keburu brojol (will share this in separate post), walaupun yang mengobras vagina saya tetap beliau.

Beliau termasuk dokter masih muda menurut saya, kalau lihat bacgroundnya yang menyelesaikan spesialis di tahun 2012, artinya jam terbang sebagai dokter kandungannya belum terlalu lama. Tapi, justru buat saya ini hal yang menguntungkan, karena tidak perlu antri terlalu lama ketika kontrol, dan gak perlu sampai larut malam. Walaupun beliau bukan dokter senior, namun sangat profesional dan paham di bidangnya kok, jadi ga perlu khawatir.

Secara keseluruhan, senang sekali bisa menemukan dokter kandungan seperti beliau, insyaAllah kalau nanti jadwal rencana anak kedua sudah menjelang, rasanya akan kembali lagi bertemu dengan Beliau.

Nah, selain dengan dokter Nina, di RSIA DHIA saya sempat kontrol satu kali dengan dokter Mufti Yunus, untuk USG 4D. Seperti bumil kekinian lainnya, saya ga mau juga dong ketinggalan USG 4D. Namun ternyata aturan di RSIA DHIA sedikit unik, alat USG 4D hanya dioperasikan oleh Dr Mufti. Saya pun bela-belain kontrol di jadwal praktek beliau, yang mulainya aja baru jam 21.00 wib. Saya sampe di RS jam 20.30, dan dapet nomor 8 dongs, dokternya pun belom dateng *nangis dipojokan*. Beliau sampai RS pun agak telat, di atas jam 9. Setelah beliau datang, saya perhatikan bahwa setiap pasien di ruangan 20 menit saja, ga lebih lama dan ga kurang (ya beda 1-2 menit gpapa yaaa). Asumsi saya sih beliau menyadari antrian panjang pasiennya (yang terus berdatangan sampai nomor urut belasan), jd biar adil dan ga kasian sm yang nugguin jadi ga lama-lama.

Ketika saya masuk dan bilang mau USG 4D, kalimat reaksi beliau adalah “4D untuk apa? Apakah ada masalah dengan janinnya?” Yang kemudian gw jawab dengan “Errr….pengen liat bayinya aja Dok di 4D”. Hahahahaha. Emang sih sebenernya 4D tuh ga wajib, diperlukan kalau memang ada kondisi khusus ajah plus demi alasan kekinian, hahaha. Anyway, dokternya to the point banget. Walaupun “cuman” 20 menit sesi nya, tp penjelasannya detail sekali. Beliau tau antrian panjang, jadi maksimalin banget memberi penjelasan selama sesi konsul. So far kesan saya oke, buat yang prefer dokter laki-laki, menurut saya beliau bisa jadi salah satu opsi.

Kayaknya segitu aja review dokter obgyn di RSIA DHIA. Mudah-mudahan bisa membantu yang sedang mencari informasi. Untuk review fasilitas persalinan dan dokter anaknya, ditunggu yaaa 😀

RSIA DHIA

Alamat: Jalan Cendrawasih No 90 Sawah Lama Ciputat

Nomor Telp: 021-7494550

Daftar Belanjaan Barang Bayi untuk Lahiran

Tadi malam, menjelang pulang kantor, dapet whatsapp dari temen kantor yang lagi hamil 7 bulan, nanyain apa aja sih barang yang harus dibeli untuk persiapan lahiran bayi? Saya sebenernya melahirkannya udah lama, 13 bulan yang lalu, tapi berhubung sebagai orang terakhir dikantor yang punya anak, jadi temen nanya nya ke saya. Dan jadi inget dulu pas hamil seriiiiiing banget browsing2 list barang belaanjaan untuk persiapan kelahiran.

Banyak banget ibu-ibu yang udah nulis, dan buat saya dulu mereka sangat membantu. Saya mau coba nambahin barang-barang belanjaan yang penting buat saya, mudah-mudahan berguna juga buat bumil di luar sana (kalau ada yang  baca :p). Biar lebih terorganisir, daftar barangnya saya kategorikan yah, ke beberapa kelompok perbelanjaan. Yuk mari diliat….

Per-baju-an

Sebelum masuk ke list, ada baiknya bumil menentukan dulu, mau jadi tipe ibu baru seperti apakah terkait popok?? Karena ini sedikit besar mempengaruhi daftar belanjaan kategori ini. Ada tipe tradisional (seperti saya dulu awalnya) yang pakai popok kain. Ada tipe masa kini yang pakai diaper/popok sekali pakai (pospak). Dan ada tipe modern yang pakai cloth diaper (clodi).

Jujur, awalnya saya (sok) idealis. Anak saya HARUS pake popok kain dulu MINIMAL 3 bulan, selama saya masih cuti melahirkan. Alasannya sih cetek, ibu2 jaman dulu aja bisa masa saya nggak? Dan tentunya alasan lebih cetek lagi bahwa saya ngerasa lebih sempurna aja gitu jadi ibu bisa ngurus bayi yang ga pake pospak. HAHAHAHA *dilempar mamypoko satu bag* :p

Daannnn yang terjadi adalah, tingkat kewarasan saya berkurang hampir 70%. HAHAHAHA. Karena apa? Ya karena kurang tidur laaaahhh. FYI, newborn tuh pipis meluluuu yaaa ibu ibuuuuu. Hampir tiap jam! Akhirnya setelah 2 bulan lewat dikit pun saya nyerah kok, pake pospaaaak! Hahahahaha

Jadi, saran saya buat bumil di luar sana, kalau emang ga dipaksa banget sama orang tua untuk pake popok kain (ibu saya sih nggak, tapi masih ada lo di luar sana nenek dari bayi yang suka keukeuh pakein popok kain), demi waktu tidur yang lebih panjang, dan demi tingkat kewarasan yang tetap terjaga, mendingan langsung pake pospak sajalah dari newborn. Anak kedua nanti sih saya mau langsung begitu. Hahahahaha.

Kembali ke tujuan utama menulis posting ini, di bawah ini daftar barang yang saya beli, dengan kondisi pake popok kain yaa…

– Kaos oblong kancing depan 6
– Kaos tangan pendek kancing depan 12
– Kaos tangan panjang kancing depan 6
– Celana panjang bolong 6
– Celana panjang tutup kaki 3
– Celana pop (gw dikasih org 1,5 lusin)
– Popok kain 2-3 lusin
– Bedong 2-3 lusin
– Topi 3
– Sarung tangan kaki 3 set
– Washlap mandi 3
– Sapu tangan gumoh 1 set isi 10
– Jumper tangan pendek 1 set isi 5
– Jumper tangan panjang 1 set isi 5
– Romper tangan/kaki panjang 1 set lengkap buat pulang dr RS
– Perlak kecil buat pangku 2
– Perlak lebar buat ganti baju 2

Per-mandi-an
– Bak mandi
– Sabun/shampoo (top to toe ajah)
– Minyak telon
– Cologne
– Hair lotion
– Baby oil
– Baby cream
– Stok kapas bulet yang banyak
– Stok tisu basah yang banyak
– Stok tisu kering yang banyak
– Sisir bayi
– Gunting kuku bayi
– Kain kasa
– Termomether
– Tempra bayi (harus punya jaga2)

Perbobo-an
– Set bantal guling selimut
– Bantal peyang
– Box ga wajib sih menurut gw. Karena enakan tidur sekasur. Bisa nyusuin sambil tidur. Box buat gw fungsinya tempat si bayi bobo siang+tempat aman naro bayi klo lagi ditinggal-tinggal (ditinggal makan atau mandi).
Klo ga punya box dan ditaro kasur, siapin tudung saji yaa.

Per-ASIP-an
– Sterilizer (belinya nanti aja siapa tau dapet kado)
– Coolerbag (belinya nanti aja siapa tau dapet kado)
– Pompa ASI (gw belinya nabung hasil angpau bayi karena mahal. Hahaha)
– Icegell
– Rak pengering botol
– Kantong asip/botol kaca (tergantung mau pake apa)
– Botol+dot susu yang bpa free
– Sikat botol
– Sleek pencuci botol
– Breastpad washable 3 pasang
– Breastpad sekali pakai 1 dus

Baby Gear
– Stroller. Ini buat saya penting bangetttt. Buat dipake jemur bayi, dibawa jalan keliling kompleks, dan yang paling utama: ke MALL. Hahahaha
– Carseat. Ini benda tersier. Saya (sekali lagi), awalnya sok idealis. Di mobil harus ditaro di carseat. Apa daya, sayanya sendiri yang ga telaten. Taro di carseat kalo perjalanan jauh doang. Hasilnya ya, kalo jalan lancar sih anteng. Begitu macet dikit bangun nangis. Yowes, kembali ke travelling with babies Indonesian way: gelar bantal dan bedcover. MUAHAHAHAHA

Panjang juga yah tulisannya. Banyakan curhatnya sepertinya. Hahaha. Semoga bisa membantu siapapun yang nyasar ke postingan ini yaaa 😉