Serba – serbi MPASI Part 3: Pembuatan, Penyimpanan dan Penyajian MPASI Beku (Frozen Food)

Akhirnyaaah niat nyelesein dateng juga, hehehehe. Di bagian terakhir mau sharing tentang cara penyimpanan dan penyajian MPASI Beku, mudah-mudahan bermanfaat yaa.

index3

Tapi sebelum masuk ke detilnya, pertama-tama saya mau infokan dulu sumber terpercaya saya dalam proses pembuatan Frozen Food ini yaitu di sini. Pada website tersebut tertera jelas makanan apa yang baik/tidak baik dibekukan, dan kondisi terbaik untuk membekukannya.

Yang kedua, perlu diperhatikan bahwa tidak semua jenis makanan, saya simpan dalam kondisi beku. Jenis makanan yang saya buat Frozen Food hanya 3 macam yaitu: Protein/Lauk, Sayuran, dan Air Kaldu.

Kenapa hanya tiga itu? Karena dalam menyajikan ketiganya, melalui proses lebih dari satu tahapan, makanya dibekukan. Sedangkan untuk buah, pada dasarnya boleh dibekukan. Tapi karena saya biasanya memberikan buah yang mudah saji seperti pepaya-pisang-alpukat-jeruk-buah naga-semangka yang hanya satu kali proses kerok/peras/potong, saya memilih untuk disajikan langsung. Dan untuk serealia seperti bubur nasi putih/merah/coklat, saya memilih bergantung kepada alat ajaib bernama slowcooker yang membuat hidup lebih mudah dan waras, hahaha.

Okeh, kita langsung ke detil cara pembuatan-penyimpanan-penyajian ketiga jenis makanan tersebut ya…

 

SAYURAN

index2

Pembuatan

Untuk sayuran, tahapan pembuatannya adalah dengan mengukus/merebus. Berdasarkan beberapa referensi artikel yang saya baca, proses mengukus lebih sedikit menghilangkan vitamin/kandungan pada sayur, sehingga saya memilih untuk memproses sayuran dengan mengukus.

Setelah dikukus, proses selanjutnya adalah menghaluskan. Di awal MPASI, saya biasa menggunakan blender. Tapi ketika tekstur makanan saya naikkan menjadi lebih padat, biasanya saya cukup menggunakan parutan atau cacah dengan pisau untuk membuat makan menjadi halus.

Penyimpanan

Setelah sayuran halus, saya akan masukkan ke dalam cetakan es batu (ice cube tray). Jika ingin lebih mudah, sebaiknya membeli ice cube tray yang sudah ada tutupnya. Tapi kalau nggak ada pun ga masalah, saya biasa beli cling wrap untuk menutupnya, dan jika sudah tertutup rapat, tinggal dimasukkan ke freezer untuk membekukan

Jika sayurannya sudah beku, tinggal dikeluarkan dari ice cube tray, dan dimasukan kedalam ziplock makanan, dan diberikan judul makanan serta tanggal pembuatan.

Penyajian

Untuk penyajiannya, tinggal ambil beberapa ice cube dari freezer sejumlah kebutuhan, lalu yang biasa saya lakukan ada dua, menghangatkan di magicom/ricecooker, atau digabungkan dengan bubur panas yang sudah matang di slowcooker. Untuk cara kedua, biasanya bubur nasi untuk makan siang dan sore sudah saya pisahkan di tempat makan terpisah, dan sayuran/lauk beku untuk pagi itu saya aduk2 dalam bubur panas, akan langsung mencair dan siap dimakan.

 

PROTEIN/LAUK

index4

Pembuatan

Kalau sayur dimasak dulu baru dihaluskan, protein sebaliknya. Dihaluskan dulu, baru dimasak. Untuk daging ayam dan daging sapi, biasanya biar mudah saya beli sudah dalam kondisi digiling dari supermarket, jadi sudah halus. Namun untuk makanan laut (ikan, udang dll), hati, tempe, tahu, biasanya saya cacah dengan pisau hingga halus, baru dimasak.

Proses memasaknya pun lebih advance dari sayuran. Biasanya protein-protein tersebut saya olah menjadi nugget (ayam,tempe), bakso (ikan,udang), dan gravy (daging sapi, hati ayam) terlebih dahulu. Resep nugget dan bakso banyak ya di gugel, ga tentu kadang pake resep yang mana, hehehe. Sedangkan resep gravy andalan ada di sini.

Penyimpanan

Kalau nuggetnya sudah selesai dikukus, lalu dipotong sesuai selera, baru bisa dibekukan. Kalau bakso sudah selesai direbus, barulah dibekukan. Agak tricky membekukan nugget dan bakso, karena kalau proses pembekuannya saling menempel, ketika sudah beku akan sulit dilepaskan. Jadi sebaiknya dibekukan dalam keadaan berjarak, baru setelah beku bisa digabung jadi satu dalam ziplock.

Untuk gravy, cara membekukannya sama seperti sayuran. Karena dia teksturnya agak cair/kental, dimasukan dulu ke dalam ice cube tray, lalu didinginkan hingga beku dan disimpan dalam ziplock

 

Penyajian (sama dengan sayuran)

Untuk penyajiannya, tinggal ambil beberapa ice cube dari freezer sejumlah kebutuhan, lalu yang biasa saya lakukan ada dua, menghangatkan di magicom/ricecooker, atau digabungkan dengan bubur panas yang sudah matang di slowcooker. Untuk cara kedua, biasanya bubur nasi untuk makan siang dan sore sudah saya pisahkan di tempat makan terpisah, dan sayuran/lauk beku untuk pagi itu saya aduk2 dalam bubur panas, akan langsung mencair dan siap dimakan.

 

KALDU

Pembuatan

Ada banyak resep kaldu di internet. Tapi yang biasa saya buat dari air, ceker ayam, wortel, bawang putih geprek, dan daun bawang, direbus sampai mendidih.

 

Penyimpanan

Setelah kaldu jadi, dituang kedalam ice cube tray, dan dibekukan. Setelah beku, dimasukan ke dalam ziplock.

 

Penyajian

Kaldu yang saya buat, biasa saya gunakan untuk membuat bubur di slowcooker. Perlakuan kaldu beku sama dengan asip beku. Sebelum diproses, harus diturunkan dulu dari freezer ke chiller hingga cair, baru bisa digunakan untuk membuat bubur.

 

Demikian bagian ketiga mengenai serba-serbi MPASI selesai juga ditulis *tebar confetti* Sampai jumpa dipostingan lainnya 😉

Pesan kepada semua orang yang sedang berhadapan dengan Ibu Menyusui

Saya baru saja beranjak dari lantai musholla setelah selesai memerah, ketika pintu musholla terbuka dan Mbak berkerudung itu masuk. Mengingat jadwal perah kedua saya sengajakan menjelang azan magrib ketika musholla masih dalam kondisi sepi, saya memang hampir setiap hari berpapasan dengannya, dengan si Mbak berkerudung yang selalu on time untuk sholat berjamaah.

Pada hari biasa, biasanya kita hanya bertukar senyum, dia rasanya sudah hafal juga dengan jadwal perah saya yang kemudian dilanjutkan dengan sholat maghrib. Namun hari itu ternyata bukan hari biasa, karena ada dua patah kata yang meluncur dari mulutnya. Kala itu dia bertanya “Kok, sedikit?” Dua patah kata tanpa bernada pretensius, namun cukup berdampak besar bagi saya sebagai subjek yang ditanya.

Reaksi pertama saya, yang setengah jam sebelumnya berusaha keras banting tulang mengeluarkan tetes demi tetes, adalah marah. Tapi cukup marah dalam hati saja, tidak dikeluarkan secara lisan. Alhamdulillah lisan masih bisa terjaga dengan hanya membalas mbak tersebut “Iya nih, lagi sedikit” dan sedikit tambahan tawa yang canggung.

Karena ada emosi amarah dalam hati, saat itu saya putuskan keluar dari musholla dan tidak langsung beribadah maghrib. Amarah tersebut termanifestasi dalam percakapan pribadi di dalam hati seperti “Iya, emang dikit. Ga usah disebut sama orang lain juga gue sendiri tau itu dikit”.  Dan kalimat yang lebih kejam seperti “Lo tau apa sih, pake komentar-komentar segala hasil perahan gue, hamil aja belom udah sok-sok an komentar tentang asi”. Iya, agak kejam ya kalimat itu, apalagi karena si mbak bukannya ga mau hamil, tapi sudah bertahun-tahun menikah belum diberi rejeki anak oleh Allah SWT. Jadi saya bersyukur, kalimat-kalimat tersebut hanya muncul di dalam hati, tidak sampai saya ucapkan kepada si Mbak.

Setelah menenangkan diri, saya pun mencoba berpikiran positif seperti “Tadi nadanya bertanyanya tulus kok, rasanya emang beneran concern kali ya bukan nyinyir. Mungkin dia biasa liat botolnya penuh, trus sekarang cuman sepertiganya, makanya nanya”. Alhamdulillah sih dengan berusaha positif, jadi ga terlarut emosi lebih lama, yaaaaa walaupun sempet posting juga sih di IG, hahaha.

Nah, pembukaan yang panjang lebar di atas intinya apa sih? Intinya sebenernya pengen ngasih tau, perjuangan menyusui itu tidak mudah, dan berbeda untuk setiap Ibu. Sehingga ada baiknya, sebelum kita bertutur kata maupun bersikap yang berhubungan sama Ibu Menyusui, yuk dipikirkan dulu apa yang sebaiknya dilakukan dan yang tidak. Kayak pengalaman saya di atas. Mungkin si Mbak ngerasa nanya hal yang biasa saja, tapi buat saya yang lagi masa kemarau banget ASIP nya pada saat itu dan sudah berusaha keras banting tulang untuk merah, ditanya begitu bawaannya pasti emosi berat laah.

Nah, terinspirasi kejadian tersebut, dalam rangka merayakan Pekan Asi Dunia, saya mau berbagi beberapa pesan bagi siapapun yang sedang bersinggungan dan berhadapan dengan para Ibu Menyusui. Mudah-mudahan bermanfaat dan membantu ya. Berikut pesan-pesannya:

Kepada perempuan yang belom menikah/hamil/punya anak: Tolong, jangan melontarkan kalimat yang bernada penilaian negatif!

Hindari sekali kalimat-kalimat judgemental seperti “Kok asinya dikit banget?”, “Kurang banyak makan sayur kali”, “Kok bayinya dikasih sufor?”. Karena kalian belum pernah mengalami, dan belum tentu tau juga seberapa besar usaha para Busui, maka jauh lebih baik untuk diam sama sekali, ATAU, melontarkan kalimat-kalimat membangun seperti “Wah, hebat yah Mba bisa merah di kantor. Semangat ya Mbak”, “Katanya sayur-sayuran hijau dan kacang-kacangan bagus untuk Ibu Menyusui, Mbak. Semangat ya makan sayurnya”. Tapi percaya deh, berhubung kalian belum mengalami proses itu, diam itu jauuuuhh lebih baik.

Kepada para nenek-eyang yang anaknya sedang berusaha memberikan yang terbaik bagi cucu Anda: Tolong, dukung mereka agar berhasil Asi Exclusive!

Nek/Eyang, bayi itu bisa loh hidup tanpa meminum cairan selama 72 jam pertama kehidupannya. Jadi tolong, jangan buru-buru menasehati anaknya memberikan sufor untuk cucu tersayang ya. Begitupun jika anaknya punya tantangan ASI di kemudian hari, tolong dukung mereka dengan tidak menyarankan Susu Formula sama sekali! Insya Allah anak Nenek/Eyang sekalian adalah Ibu tangguh yang PASTI bisa memberikan asi exclusive bagi cucu Anda tersayang

Kepada para suami yang istrinya sedang berjuang memberikan ASI: Tolong, dukung mereka agar berhasil Asi Exclusive!

ASI Istri Anda PASTI cukup. YAKINI itu, DAN tularkan keyakinan itu pada istri tercinta. Pastikan kehadiran kalian wahai Suami, di samping istri yang sedang sangat membutuhkan dukungan. Curahkan istri Anda dengan perhatian dan kasih sayang, fasilitasi dengan segala kebutuhan fisiolofis maupun psikologis, agar sang Ibu bisa memberikan asupan terbaik bagi anak kalian, dalam kondisi bahagia. Bahagia adalah salah satu kunci utama lancarnya produksi ASI.

Kepada sesama ibu yang sedang menyusui: Tolong, jangan membanding-bandingkan!

Setiap ibu, tantangannya berbeda. Ada yang mudah menyusui, ada juga yang menghadapi perjuangan lebih berat. Tidak ada yang perlu dibandingkan, tidak ada yang perlu dibanggakan. Cukup tularkan semangat menyusui yang Anda punya, agar busui lainnya bisa menjalani dengan mudah seperti Anda.

Kepada Ibu yang sudah berhasil lulus menyusui anaknya secara exclusive: Tolong, jangan merendahkan busui yang perjalanan breastfeeding nya lebih sulit daripada Anda!

Tidak perlu mengecilkan usaha mereka yang sedang berjuang, tidak perlu pula membanggakan keberhasilan Anda. Akan jauh lebih baik memberi tips-tips Do’s & Don’ts yang bisa mempermudah perjuangan mereka. Dan (seperti pengalaman pribadi saya), kalau kita sudah berbagi ilmu semaksimal mungkin tapi Sang Ibu tetep menyerah pada SuFor, lebih baik relakan saja. Bagian kita membantu memberi pengetahuan sudah dilakukan, biarkan saja jika mereka ternyata punya pilihan hidup yang berbeda untuk anaknya.

Kepada semua ibu yang sedang berjuang menyusui: Tolong, jangan patah semangat! Menyusui itu tidak mudah, tapi PASTI BISA dilakukan dengan kerja keras.

Maaf jika kalimat ini terlalu keras, tapi tetap akan saya sampaikan: Menjadi orang tua adalah bukan untuk para pemalas, kalau tidak mau kerja keras lebih baik jangan jadi orang tua! Hamil, melahirkan, menyusui, mendidik, merawat, bukan pekerjaan mudah. Tidak mudah, tapi bisa dilakukan. Ada nasib satu nyawa manusia diamanahkan kepada kita, dan kita harus berusaha memberikan yang terbaik. Jika memberikan yang terbaik berarti harus bangun tengan malam untuk memerah, lakukanlah! Jika memberikan yang terbaik berarti harus memompa setiap tiga jam sekali, lakukanlah! Semangat ya ibu-ibu semua, pada akhirnya semua usaha kita akan terbayar ketika tahu buah hati kita menerima haknya untuk mendapatkan yang terbaik. Insya Allah, Allah SWT yang akan membalas perjuangan  dan usaha Ibu-ibu semua.

Fiuhhhh, panjang aja yak postingannya, nyerempet curhat sih ya soalnya, hahaha. Mudah-mudahan pesan-pesan ini ada manfaatnya ya.

Sampai ketemu di tulisan berikutnya 😉

 

Postingan ini ditulis untuk memeriahkan Pekan ASI Dunia, dan diikutsertakan dalam Give away blog Duniabiza.com

20

Serba – serbi MPASI Part 2: Alasan memilih MPASI Beku / Frozen Food

index

Heyhooo… Melanjutkan postingan sebelumnya, kali ini saya mau coba sharing tentang alasan kenapa saya memilih untuk memberikan Sekar MPASI Beku / Frozen Food, di antaranya:

  1. Malas masak fresh tiap pagi. Hahaha, cetek yaaa alasannya :p. Tapi beneran deh, kalau mau masak fresh tiap pagi, buat saya banyaaak banget yang dikorbanin. Bangun lebih pagi, hilangnya bobo abis subuh, mesti belanja lebih sering. Haduuuhhh saya mah nyerah! Salut lah buat semua ibu-ibu perkasa yang bisa. Dengan metode FF, saya cukup belanja/masak di weekend untuk kebuthan MPASI 1-2 minggu kedepan. Oleh karena itu saya mah pilih FF aja lah demi kewarasan hidup, hahahaha
  2. Keragaman menu. Dalam satu kali kesempatan menyetok Frozen Food, saya bisa membuat 3-4 jenis sayuran sekaligus. Kalau protein biasanya 2-3 macam. Dengan banyaknya stok jenis makanan, maka banyak pula variasi yang bisa saya berikan. Dalam satu hari untuk 3 kali makan, bisa menyajikan 3 jenis sayuran yang berbeda. Besoknya bahkan bisa ganti menu yang lain lagi. Kebayang dong kalo mesti masak 3 jenis sayuran fresh yang berbeda di pagi hari? Mau bangun jam berapaaa? (tetep, ujung-ujungnya ke waktu tidur, hahahaha)
  3. Menghindari ada makanan terbuang. Namanya juga bayi, yang dimakan tidak banyak. Kalau bikin fresh di pagi hari, terkadang suka kebanyakan kan ya. Sayang kalau sampai harus dibuang, tp dimakan bundanya juga males encer-encer gitu, hahaha. Nah, kalo frozen food kan distok dalam bentuk kubus-kubus es, yang mana ketika dihangatkan bisa ditakar seberapa banyak. Alhamdulillah meminimalisir dan menghindari ada makanan yang terbuang.
  4. Menghindari MPASI Instan. Pertimbangan utama tentu saja gizinya. Hasil baca sana-sini, walaupun MPASI Beku gizinya juga sudah berkurang dibandingkan yang fresh, tapi masih jauh lebih baik daripada yang instan. Tapi perlu digarisbawahi bahwa saya tidak menentang penggunaan MPASI instan ya, saya pun pernah beberapa kali memberikan MPASI Instan, khususnya ketika lagi GTM parah dan Sekar tidak mau makan makanan yang sudah disiapkan, tapi memang frekuensinya sedikit, masih bisa dihitung dengan jari tangan.
  5. Mempermudah Mamah saya yang membantu menjaga. Ketika saya kerja, Sekar di rumah dengan Mbak ART dan diawasi oleh Mamah. Tapi seringnya sih Sekar dipegang si Mamah untuk bagian penting kayak minum ASIP, mandi, dan juga makan, sedangkan mbak ART lebih ke bantu-bantu menyiapkan perintilan kegiatan tersebut. Nah, karena segitu aja rasanya sudah cukup merepotkan beliau, saya memutuskan untuk full pegang MPASI nya Sekar. Beliau tidak perlu repot juga mikirin menu bahkan masak, cukup bantu menyuapkan saja. Alhamdulillah beliau juga ga intervensi banyak, dan mendukung penyajian dalam bentuk MPASI beku seperti yang saya inginkan. MPASI beku yang saya siapkan tinggal dihangatkan oleh Mbak ART, dan beliau terima jadi untuk menyuapkan ke Sekar tanpa repot mempersiapkan apa-apa.

 

Itu sih pertimbangan utamanya kenapa pilih Frozen Food. Untuk SOP penyajiannya, di postingan terpisah ya…

 

See you 😉

Serba – serbi MPASI Part 1: Jenis-jenis MPASI

Serba – serbi MPASI Part 1: Jenis-jenis MPASI

Jadi ceritanyaaaaa, ada dua ibu baru temen satu geng kantor yang akan masuk tahap MPASI dan meminta pencerahan kepada saya sebagai yang udah melewati masa itu. Lalu saya jabarin deh panjang lebar. Trus kok rasanya boleh lah untuk didokumentasikan pengetahuan saya yang nggak seberapa ini, buat jaga-jaga nanti takutnya lupa kalo mau MPASI adeknya Sekar 3 tahun lagi. AMIIINNN. Hahahaha

Jadi dari hasil gugling sana sini, kurang lebih ini adalah gambaran besar tentang beberapa jenis atau tipe MPASI yang saya pahami, dan kemudian yang mana yang akhirnya saya pilih untuk Sekar beserta alasannya. Feel free buat kasih koreksi dan masukan yaaa 😉

Berdasarkan metode pemberiannya:

  1. Baby Led Weaning (BLW). BLW adalah metode pemberian makan yang dicetuskan oleh Gill Rapley dan Tracey Murkett. Intinya BLW membebaskan anak untuk makan sendiri dari awal proses secara mandiri
  2. Konvensional (spoon-fed). Konvensional adalah Ibu menyuapi anak dengan tetap melibatkan anak secara aktif untuk makan.”

Sumber: http://sakina.web.id/mpasi-metode-blw-atau-metode-konvensional/

Saya pribadi memilih metode yang kedua. Pertimbangannya adalah, yang akan memberi makan Sekar adalah Ibu saya. Untuk mempermudah beliau dan menghindari perdebatan, memberi makan dengan disuapi rasanya lebih bijak bagi saya.

Berdasarkan jenis makanan yang diberikan:

  1. Buah
  2. Sayur
  3. Serealia

Saya memilih memberi buah dulu di 1-2 minggu pertama, ditambah sayur 2-3 minggu berikutnya, dan serealia di minggu terakhir bulan pertama MPASI. Alasannya cetek sih, karena buah rasanya manis, siapa tau lebih gampang masuknya, hahahaha.

Oh ya, saya memilih tidak memberikan serealia dalam bentuk tepung, seperti Tepung Gasol yang banyak digunakan untuk mpasi. Karenaaaa…ribet mesti masak di kompor. Hahahaha, another alasan cetek dari saya. Saya lebih memilih masak bubur di alat ajaib bernama slowcooker, dan hasilnya disaring. Lebih praktis…tis…tis… Hahahaha

Berdasarkan kondisi bahan makanan yang disajikan:

  1. Tipe MPASI ini dimasak langsung sebelum disajikan untuk dimakan
  2. Frozen Food/Beku. Tipe MPASI ini detelah dimasak kemudian dibekukan dalam porsi-porsi kecil dalam freezer untuk penyimpanan. Dan melalui proses pemanasan dahulu sebelum disajikan untuk dimakan
  3. Tipe MPASI ini tidak dimasak, dan cara penyajiannya cukup diberikan air panas. MPASI Instan banyak dijual di pasaran dengan berbagai merek dagang.

Saya memilih untuk memberikan MPASI Beku/Frozen food untuk Sekar. Alasan kenapa saya memilih FF saya buat di postingan berikutnya ya… Mudah-mudahan saya gak males nulis, hehehe

 

See you 😉

Berobat Gigi Gratis di Puskesmas (Plus cerita panjang perjalanan berobat gigi)

Saya termasuk ke dalam golongan orang-orang yang giginya bermasalah. Dari dulu. Memori ke dokter gigi terdahulu yang masih saya ingat adalah sekitar usia kelas 2-3 SD, ke klinik dokter gigi bapak-bapak Chinese, yang prakteknya di depan kolam renang Bintaro Sektor 1. Selalu senang datang ke sana, entah kenapa. Sering bersinggungan dengan dunia tambal-menambal gigi sejak awal alhamdulilllah ga bikin trauma. Rasanya saking sering ke dokter gigi, segala jenis treatment udah pernah dicobain mulai tambal sementara, tambal tetap, bor, scalling, perawatan syaraf,matiin syaraf, sampai cabut gigi. Saking kebalnya diapain aja, rasanya bunyi bor dokter gigi semacam terapi menenangkan buat saya, hahahaha.

Perjalanan klinik gigi selanjutnya adalah Klinik Gigi Ritz Sektor 9, UPT Kedokteran Kampus UNPAD, Klinik Masjid Raya Bintaro Jaya, dan terakhir pagi ini mencoba UPT Puskesmas Pondok Pucung. Empat klinik yang disebutkan terakhir saya pilih karena: murah. Hahahaha. Klinik pertama dan kedua saya masih usia sekolah, dan perawatan kesehatan semua full ditanggung perusahaan papah, jd g usah pusing mo ke dokter manapun. Ketika jadi anak kos, dan tetap mengaami masalah gigi, ke klinik gigi swasta mikirnya seribu kali dong, hahahaha. Akhirnya mutusin ke dokter kampus aja murah meriah.

Lulus kuliah, namapun freshgrad gaji g seberapa ya, ketika masalah gigi muncul lagi, alhamdulillah yah, di mesjid deket rumah punya fasilitas kesehatan amat sangat terjangkau yang diperuntukan bagi masyarakat umum. FYI, tambal gigi tetap hanya 40ribu loh satu gigi. Saya pernah tambal sekaligus dua, malah lebih murah, 60ribu saja. Walaupun akhirnya udah pindah ke perusahaan yg memberikan fasilitas kesehatan lebih baik pun, masih setia berobat gigi di mesjid. Soalnya rasanya gimana gitu yaaa kalo mesti ngeluarin duit ratusan ribu buat satu gigi doang. Perhitungan emang sayah. Hahahaha. Sampai dengan klinik gigi ke lima, klinik mesjid raya, total ada lima gigi saya yang sudah ditambal tetap. Hingga kemudian datanglah tragedi keripik singkong, kamis kemarin.

Karena keripiknya keras kali yaaa, tambalan gigi yang geraham bawah sebelah kiri, copot. Tambalannya sendiri tuh padahal segede 60% dari ukuran gigi. Nah, sisa giginya, patah terbelah dua. Satu belahan kuat tertancap, tapi belahan sisanya oglek-oglek mau copot. Berhubung kondisinya mengkhawatirkan, pulang kantor langsung cari klinik gigi yang terjangkau harganya. Eh apa daya udah ujan-ujanan naek gojek, sampe klinik ditolak karena udah penuh. *nangis dipojokan*. Walhasil pulang aja deh karena udah kuyup, dan berencana ke dokter gigi besok pagi. Kebetulan temen kantor ada yang baru dengan bangganya memamerkan betapa murahnya biaya dokter gigi puskesmas yang Cuma 19 ribu saja sudah termasuk pendaftaran dan tambal sementara. Akhirnya saya coba deh, nunggu pagi aja ke Puskesmas.

Sesuai intruksi mamah yang pernah berobat di puskesmas, katanya mesti ambil nomer urut dulu pagi-pagi bener. Jam 06.30 saya naik motor ambil nomor urut, dapat nomor 2, lalu balik dulu ke rumah. Setelah menyelesaikan urusan domestik, jam 7.40 berangkat lagi ke puskesmas. Sampai puskesmas belum banyak orang, nomor urut pun baru sampai nomor 5.

Pukul 8 tepat, loket pendaftaran di buka. Petugas memanggil sesuai nomor urut, rata-rata calon pasien yang saya lihat adalah pemegang kartu BPJS. Ketika nomor urut saya dipanggil, saya lapor bahwa saya pasien baru, dan bukan peserta BPJS, serta tujuannya berobat gigi. Tidak lama saya dibuatkan kartu pasien (yang berlaku untuk satu keluarga), dan di beri nomor urut antrian gigi.

Saya kemudian menunggu sampai dipanggil sekitar 30 menit. Waktu yang agak lama menurut saya, mengingat saya antrian nomor urut 1. Ketika akhirnya dipanggil masuk, kesan yang saya dapat adalah ruangannya bagus, bersih, dan ga murahan. Selevel lah sama klinik-klinik swasta lainnya, masih lebih sederhana yang di Mesjid Raya. Dokternya juga baik sekali dan SELALU menjelaskan tindakan apa yang akan dia lakukan, bahkan mau nurunin senderan bangku aja dia ijin dulu. LOL.

Setelah diperiksa dokter menyarankan belahan gigi yang oglek untuk dicabut. Namun karena giginya sudah oglek, proses pencabutannya lebih mudah dan HANYA bius dengan gel, bius yang buat anak-anak kata dokternya, hahaha. Alhamdulillah sih, saya gak belum perlu ngalamin suntik bius di gusi. Prosesnya bagian dalam mulut sampai bibir dibuat kebas dan kesemutan dengan gel nya, lalu gigi saya dicabut pakai tang. Sakit kaget dikit aja sih, menurut saya.

Setelah dicabut, dokter memberikan rujukan agar saya rontgen gigi panoramic dulu, sebelum sisa gigi nya dicabut, karena mau dilihat kondisi akar giginya dulu. Beliau pun memberikan surat rujukan ke FKG Univ Dr. Moestopo, karena menurut beliau, biayanya terjangkau sekitar 90ribu saja. Setelah itu saya diberi resep obat penghilang rasa sakit yang harus ditebus di apotek.

Keluar dari ruang dokter gigi, melangkah lah saya ke Apotek menyerahkan resep. Tidak lama resep diberikan oleh apoteker. Saya diberi satu kantong plastik putih polos berisi tiga macam obat. Itu saja. Dan karena bingung, saya refleks bertanya “Bayar berapa?”. Apotekernya menjawab dengan pertanyaan apakah saya menggunakan KTP Tangerang Selatan. Jika iya, maka biayanya gratis.

IYA. GRATIS.

Huwowww! Biaya ratusan ribu di tempat lain di sini tidak keluar sepeser pun! Padahal saya mah udah nyiapin recehan lumayan lah, berbekal informasi 19ribu dari temen saya. Tapi ternyata tidak! Semua GRATIS! Kepada siapapun yang membuat kebijakan KTP Tangsel gratis di puskesmas Tangsel, terima kasih banyak. Anda telah mengangkat beban biaya kesehatan bagi banyak orang. Hanya saja kekurangannya, mungkin belum banyak yang tau mengenai hal ini, jadi sosialisasinya harus ditingkatkan lagi.

Jadiiiii buibu pakbapak manteman yang sama pelitnya sama saya, ga mau ngeluarin ratusan ribu buat satu gigi, bisa loooh di coba ke Puskesmas. Pelayanan bagus tapi harga sangaaaat murah, bahkan gratisss untuk warga Tangsel. Semoga berguna ya infonya 😉

Tips: 15 hal WAJIB dipersiapkan oleh Ibu Hamil

 WARNING: This is a very long post.

Seberapa siapkah Anda para ibu hamil?

Beugh berat yak pertanyaannya? Hahaha. Bukan bermaksud nakutin, tapiiiii ketika menjadi Ibu Hamil, seorang perempuan itu harus menjadi satu level (atau lebih) lebih pintar. Karena ga tanggung-tanggung, ada satu nyawa yang kehidupannya bergantung sama kita. Jadi, wajib banget deh yang namanya membekali diri dengan segala informasi, biar siap menghadapi proses hamil, melahirkan, hingga menjadi seorang ibu.

Terus kenapa juga sih mesti banget ngepost hal ini? Karena saya gemeeessss sama bumil yang unprepared! Aduh gemesnya tuh gemes banget yang rasanya pengen tereak: HELLOOO?? Kemane aje bu, sampe ini-itu nggak tau?? APAHH, ga tau pre-eklampsia itu apa? Ga tau Epidural itu apa??? Ga tau induksi itu apa??? (true story!) Please atulaaaah internet bisa loh dipake buat ngebuka Mbah Gugel. Makanya jangan cuman Facebookan doang!

Maap yah kalo kelewat emosi, tapi buat saya pribadi, nanya ke orang yang sudah berpengalaman melahirkan itu hukumnya sunnah. Sunnah kareha hanya melengkapi info yang sudah kita dapat sebelumnya. Artinya, si bumil sendiri harus udah tau dong yaaaa ini-itu perintilan kehamilan. Tau dari mana? Ya paling gampang cari tau di internet lah atau beli buku kalau mau agak modal. Dikarenakan pengalaman saya menemui beberapa ibu hami unprepared seperti di atas yang kadang bikin esmosi dan pusing pala berbi, haruslah kayaknya nulis post ini.

Okeh, mungkin saya sok tau, siapalah saya ini yang baru juga ngelahirin sekali, trus sok-sok-an mau ngasih tips ini itu. Tapi, buat saya, persiapan itu penting! Hamil itu proses yang panjang, melahirkan itu bukan hal sepele, dan menjadi ibu/orang tua adalah pekerjaan seumur hidup! Jadi bagi saya yang pada dasarnya emang suka bikin perencanaan ini-itu dengan rinci, persiapan penuh menghadapi fase hamil-melahirkan-menjadi ibu itu wajib hukumnya. Dan untuk membantu ibu-ibu hamil di luar sana yang mungkin clueless, saya coba berikan kisi-kisinya yah, tentang beberapa hal yang harus kudu wajib Anda siapkan dan cari tahu. Tapi perlu digarisbawahi ya, bahwa yang saya berikan dibawah cuman KISI-KISI nya. Untuk mengeksplor lebih dalam setiap poin dari kisi-kisi tersebut, silahkan hubungi Mbah Gugel, okeh? Let’s go!

  1. Dokter Kandungan

Ini nomer satu lah ya, ketika melihat garis dua muncul di testpack anda, segera cari info sebanyak-banyaknya tentang dokter kandungan sesuai dengan kriteria bumil. Review dokter kandungan saya bisa dilihat disini

  1. Rumah Sakit Bersalin

Topik ini bisa jadi, tapi bisa juga nggak, satu paket sama poin nomer 1. Carilah info sebanyak-banyaknya tentang RS atau klinik sesuai kriteria, dan tentunya kriteria utama adalah: BIAYA. Udah banyak banget blog ibu-ibu rajin yang nulis tentang daftar harga di berbagai Rumah Sakit. Kalau ga nemu di internet angka biaya pastinya, saya jamin di internet minimal PASTI ada nomer telepon RS nya. Silahkan lah dipencet nomernya, tanya sama pegawai rumah sakit. As simple as that.

  1. Perkembangan janin

Ini wajiiiib banget diketahui. Jaman modern kayak sekarang, banyak banget aplikasi handphone yang bisa membantu untuk hal ini. Tinggal masukin tanggal due date, biasanya langsung keluar usia janin, plus gambaran perkembangannya di usia tersebut. Jangan lupa untuk selalu mencocokkan dengan hasil USG di kontrol bulanan ya. Penting banget buat bumil buat tau apakah janin berkembang baik sesuai dengan usianya. Karena kalo ada yang tidak sesuai, harus segera dikonsultasikan ke petugas medis.

  1. Keluhan kehamilan

Kenapa ini penting?? Biar nggak jadi bumil panikan! Keram dikit panik. Perut kenceng dikit panik. Ya namanya juga hamil, tubuh ada di luar kondisi normal. PASTI akan ada keluhan. Tapi itu semua wajaaaaaaaaaar, selama sesuai dengan usia kehamilannya. Ketuban rembes ya normal buat usia 39week, tapi jadi bahaya buat 29 week. Disitu pentingnya TAU keluhan kehamilan yang akan muncul sepanjang kehamilan. Sama kayak poin nomer 3, untuk mengetahui poin nomer 4 ini sekarang banyak banget aplikasi yang tersedia untuk memudahkan hidup para bumil. Tinggal search aja di play store. Malah ada aplikasi yang memfasilitasi poin nomer 3 dan 4 sekaligus. Sangat, sangat mudah.

  1. Penyakit kehamilan

Ini pentiiiiiiiing banget. Ada berbagai nama penyakit terkait kehamilan yang MUNGKIN terjadi. Dan sebagai bumil, kita harus waspada. HARUS SIAP. Siap secara pengetahuan, dan siap secara batin. Tentunya siapin diri dulu dengan pengetahuan bahwa ada loh namanya penyakit preeklampsia, yang bisa jadi muncul tiba-tiba di trimester akhir. Ada loh yang namanya plasenta previa yang bisa membahayakan kehamilan. Ada loh bumil yang darahnya kentel sampai harus menjalani treatment disuntik setiap hari. Setelah kita dibekali semua pengetahuan, tentunya harus dibekali dengan kesiapan mental menghadapinya. Kalau bumil sudah lebih siap, insya Allah akan lebih tenang menghadapi ketika penyakit kehamilan itu terjadi, dan menindaklajutinya mengikuti saran-saran tenaga medis terpercaya.

  1. Keguguran

Nah, ini yang agak-agak sensitif, tapi para bumil harus siap. Apalagi di awal-awal kehamilan, yang mana kasus ini banyak terjadi. Sama kayak poin nomor 5, perbanyak informasi mengenai penyebab keguguran terjadi, hingga kita bisa berusaha mencegah. Namun kalaupun sampai terjadi, karena kita lebih tahu dan paham, kita akan lebih siap.

  1. Baby stuff

Ini bagian paling rempong sekaligus menyenangkan. Rempong karena perintilan bayi banyak beneeeeer, tp menyenangkan karena bisa shopping! Hahahaha. Banyaaaaak banget tersebar di dunia maya list barang belanjaan bayi, punya saya sendiri bisa dilihat disini. Pokoknya ga usah pusing, google to the rescue!

  1. Breastfeeding + pumping stuff buat bumil yang wanita karir

Khusus buat ibu bekerja, walaupun kerja Asi Exclusive wajib dongs diusahakan. Jangan lupa bahwa ada banyak perintilan tambahan yang diperlukan urusan per-pumpingan. Pompa asi perah ada bermacam-macam merek dan tipe. Mau yang manual/elektrik? Satu/dua corong? Murah/mahal? Berbagai reviewnya bertebaran di internet, jadi silahkan dicari. Jangan lupa juga buat ibu perah, banyak aturan terkait pembekuan dan penyajian ASIP ya, silahkan cek di gugel, okay?

  1. Barang yang dibawa ke RS untuk proses lahiran

Banyak bumil yang suka bingung barang apa aja yang esensial buat dibawa ke rumah sakit. Bingung? Buka gugel dong aaaah. Banyaaaak tipsnya dari berbagai ibu kece dalam dan luar negeri. Jangan bingung lagi ya.

  1. Proses kelahiran normal

Hampir semua, hampir loh ya, bumil menginginkan proses kelahiran normal yang alami. Nah, sebelum mengalami secara langsung, WAJIB hukumnya mencari tau, kemungkinan-kemungkinan proses yang akan terjadi. Kenapa saya sebut kemungkinan-kemungkinan? Karena proses kelahiran tiap orang beda-beda. Bahkan yang sesama normal sekalipun. Ada yang langsung brojol begitu aja, ada yang pembukaan 1 aja bisa dua minggu ga nambah-nambah (iya, itu saya). Ada yang pecah ketuban duluan, ada yang bayinya lahir masih dibungkus air ketuban bulat-bulat. Ada yang induksi tablet udah berhasil, ada yang harus induksi 3-4 macem dulu selama berhari-hari, hingga akhirnya bayinya lahir. Hampir ga ada pengalaman melahirkan yang sama, walaupun bisa ditarik benang merahnya. Tips saya untuk poin ini, google lah keyword: cerita melahirkan normal. Baca-baca cerita perjuangan melahirkan para ibu yang banyak tersebar di internet. Perbanyak pengetahuan dan wawasan mengenai apa yang dihadapi, maka bumil akan siap.

  1. Proses kelahiran caesar

Sebelas duabelas sama poin sebelumnya, hanya ini kasusnya caesar. Setiap kelahiran caesar pun ga ada yang sama. Bumil yang cita-cita lahiran normal pun bisa berakhir di meja operasi. Jadi, perbanyaklah mencari tahu. Walaupun tidak berniat melahirkan caesar pun, tetep harus banyak belajar. Karena proses caesar pun seringkali terjadi secara spontan atau tidak direncanakan. Jadi, harus tetap siap dengan perbekalan pengetahuan menghadapi proses persalinan caesar.

  1. Kematian ibu dan bayi akibat persalinan

Sama kayak poin nomer 7, ini juga poin yang sensitif dan bikin merinding. Tapiiiii, saya pribadi, sejak awal tau hamil sudah mempersiapkan hati semaksimal mungkin bahwa kehamilan dan persalinan itu perjuangan hidup dan mati. Dan sebaiknya semua bumil pun begitu. Karena ya memang pada kenyataannya ada bayi yang meninggal, dan ada ibu yang meninggal pada, dan setelah proses persalinan terjadi. Hal itu tidak bisa dipungkiri. Persiapkanlah diri dengan memperbanyak pengetahuan, maka outputnya bisa dua: kita bisa mencegah atau bisa menerima dengan ikhlas kalaupun benar hal tak diinginkan itu terjadi.

Cukup banyak loh bumil yang ga tau bahwa tekanan darah tinggi di akhir kehamilan bisa berbahaya dan berakhir di kematian bayi. Kalau kita tau preeklampsia berbahaya dan tau gejalanya, kita bisa meningkatkan kemungkinan bayi lahir dengan selamat. Namun, kalaupun takdir Allah SWT berkata lain, kita pun sudah siap karena kita tahu hal tersebut memang dimungkinkan terjadi. Intinya perbanyak informasi mengenai poin nomer 12 ini, mengusahakan berbagai cara untuk meminimalisir terjadinya poin nomer 12 ini, dan serahkan kepada Allah SWT takdir yang sudah digariskan, sehingga kita bisa lebih tenang menjalani proses persalinan.

  1. Inisiasi Menyusui Dini

Masih ada bumil yang gak tau tentang IMD??? Plis atulah buka gugel.

  1. ASI Exclusive

Beberapa tahun belakangan bermunculan penggiat asix, dan perlu diapresiasi. Inget ya bumil semuanya, usahakan ASIX terlebih dahulu sekuat tenaga, jangan langsung menyerah pada sufor. Banyaaaaaak info positif yang tersebar di internet yang bisa membantu ibu-ibu sekali agar berhasil asix. Salah satunya: bayi baru lahir, bisa tahan 72 jam tanpa asupan. Jadi, jangan langsung khawatir kalau asi belum langsung keluar di hari pertama yaaaa

  1. MPASI stuff

Menjelang lulus asix nanti, jangan lupa memperbanyak pengetahuan tentang MPASI ya. Banyaaaak banget pilihannya, mulai dari blw/konvensional, pilihan makanan buah-sayur-atau serealia dulu, makanan apa aja yang boleh diberikan sesuai usia, dan belum lagi peralatan perang mpasi yang lucu-lucu dan minta dibeli semua. Bisa nyari di mana semua hal itu? Google lah tentunya!

Banyak yah pengetahuan yang harus dicari? Banyak yah yang harus dipelajari? Tentunya! Tapi semua itu sebanding dengan melihat muka suci tak berdosa yang sehat walafiat, tidur dengan lelapnya 🙂

Maka dari itu para bumil, jangan lupa buka Google yaaaaa! 😉

Daftar Belanjaan Barang Bayi untuk Lahiran

Tadi malam, menjelang pulang kantor, dapet whatsapp dari temen kantor yang lagi hamil 7 bulan, nanyain apa aja sih barang yang harus dibeli untuk persiapan lahiran bayi? Saya sebenernya melahirkannya udah lama, 13 bulan yang lalu, tapi berhubung sebagai orang terakhir dikantor yang punya anak, jadi temen nanya nya ke saya. Dan jadi inget dulu pas hamil seriiiiiing banget browsing2 list barang belaanjaan untuk persiapan kelahiran.

Banyak banget ibu-ibu yang udah nulis, dan buat saya dulu mereka sangat membantu. Saya mau coba nambahin barang-barang belanjaan yang penting buat saya, mudah-mudahan berguna juga buat bumil di luar sana (kalau ada yang  baca :p). Biar lebih terorganisir, daftar barangnya saya kategorikan yah, ke beberapa kelompok perbelanjaan. Yuk mari diliat….

Per-baju-an

Sebelum masuk ke list, ada baiknya bumil menentukan dulu, mau jadi tipe ibu baru seperti apakah terkait popok?? Karena ini sedikit besar mempengaruhi daftar belanjaan kategori ini. Ada tipe tradisional (seperti saya dulu awalnya) yang pakai popok kain. Ada tipe masa kini yang pakai diaper/popok sekali pakai (pospak). Dan ada tipe modern yang pakai cloth diaper (clodi).

Jujur, awalnya saya (sok) idealis. Anak saya HARUS pake popok kain dulu MINIMAL 3 bulan, selama saya masih cuti melahirkan. Alasannya sih cetek, ibu2 jaman dulu aja bisa masa saya nggak? Dan tentunya alasan lebih cetek lagi bahwa saya ngerasa lebih sempurna aja gitu jadi ibu bisa ngurus bayi yang ga pake pospak. HAHAHAHA *dilempar mamypoko satu bag* :p

Daannnn yang terjadi adalah, tingkat kewarasan saya berkurang hampir 70%. HAHAHAHA. Karena apa? Ya karena kurang tidur laaaahhh. FYI, newborn tuh pipis meluluuu yaaa ibu ibuuuuu. Hampir tiap jam! Akhirnya setelah 2 bulan lewat dikit pun saya nyerah kok, pake pospaaaak! Hahahahaha

Jadi, saran saya buat bumil di luar sana, kalau emang ga dipaksa banget sama orang tua untuk pake popok kain (ibu saya sih nggak, tapi masih ada lo di luar sana nenek dari bayi yang suka keukeuh pakein popok kain), demi waktu tidur yang lebih panjang, dan demi tingkat kewarasan yang tetap terjaga, mendingan langsung pake pospak sajalah dari newborn. Anak kedua nanti sih saya mau langsung begitu. Hahahahaha.

Kembali ke tujuan utama menulis posting ini, di bawah ini daftar barang yang saya beli, dengan kondisi pake popok kain yaa…

– Kaos oblong kancing depan 6
– Kaos tangan pendek kancing depan 12
– Kaos tangan panjang kancing depan 6
– Celana panjang bolong 6
– Celana panjang tutup kaki 3
– Celana pop (gw dikasih org 1,5 lusin)
– Popok kain 2-3 lusin
– Bedong 2-3 lusin
– Topi 3
– Sarung tangan kaki 3 set
– Washlap mandi 3
– Sapu tangan gumoh 1 set isi 10
– Jumper tangan pendek 1 set isi 5
– Jumper tangan panjang 1 set isi 5
– Romper tangan/kaki panjang 1 set lengkap buat pulang dr RS
– Perlak kecil buat pangku 2
– Perlak lebar buat ganti baju 2

Per-mandi-an
– Bak mandi
– Sabun/shampoo (top to toe ajah)
– Minyak telon
– Cologne
– Hair lotion
– Baby oil
– Baby cream
– Stok kapas bulet yang banyak
– Stok tisu basah yang banyak
– Stok tisu kering yang banyak
– Sisir bayi
– Gunting kuku bayi
– Kain kasa
– Termomether
– Tempra bayi (harus punya jaga2)

Perbobo-an
– Set bantal guling selimut
– Bantal peyang
– Box ga wajib sih menurut gw. Karena enakan tidur sekasur. Bisa nyusuin sambil tidur. Box buat gw fungsinya tempat si bayi bobo siang+tempat aman naro bayi klo lagi ditinggal-tinggal (ditinggal makan atau mandi).
Klo ga punya box dan ditaro kasur, siapin tudung saji yaa.

Per-ASIP-an
– Sterilizer (belinya nanti aja siapa tau dapet kado)
– Coolerbag (belinya nanti aja siapa tau dapet kado)
– Pompa ASI (gw belinya nabung hasil angpau bayi karena mahal. Hahaha)
– Icegell
– Rak pengering botol
– Kantong asip/botol kaca (tergantung mau pake apa)
– Botol+dot susu yang bpa free
– Sikat botol
– Sleek pencuci botol
– Breastpad washable 3 pasang
– Breastpad sekali pakai 1 dus

Baby Gear
– Stroller. Ini buat saya penting bangetttt. Buat dipake jemur bayi, dibawa jalan keliling kompleks, dan yang paling utama: ke MALL. Hahahaha
– Carseat. Ini benda tersier. Saya (sekali lagi), awalnya sok idealis. Di mobil harus ditaro di carseat. Apa daya, sayanya sendiri yang ga telaten. Taro di carseat kalo perjalanan jauh doang. Hasilnya ya, kalo jalan lancar sih anteng. Begitu macet dikit bangun nangis. Yowes, kembali ke travelling with babies Indonesian way: gelar bantal dan bedcover. MUAHAHAHAHA

Panjang juga yah tulisannya. Banyakan curhatnya sepertinya. Hahaha. Semoga bisa membantu siapapun yang nyasar ke postingan ini yaaa 😉